press enter to search

Kamis, 04/03/2021 07:13 WIB

Unggah Foto Masa Kecil Bareng Ayah, Hasan Anak Syekh Ali Jaber: Jannah Insya Allah

Redaksi | Minggu, 17/01/2021 15:09 WIB
Unggah Foto Masa Kecil Bareng Ayah, Hasan Anak Syekh Ali Jaber: Jannah Insya Allah Syekh Ali Jaber dan putranya Al Hasan.

JAKARTA (Aksi.id) - Masyarakat Indonesia khususnya yang muslim belum lama berduka karena salah satu ulama besar, Syekh Ali Jaber meninggal dunia.

Dia meninggal pada 14 Januari 2020 dalam kondisi negatif COVID-19, namun masih dalam perawatan saat itu. Banyak yang merasa sedih dan kehilangan tak terkecuali putranya, Al Hasan Ali Jaber.

Sehari setelah Syekh Ali Jaber berpulang, Hasan mengunggah foto masa kecil bersama sang ayah. Saat itu Hasan merebahkan diri di pangkuan Syekh Ali Jaber. Tak lupa, ia mengucap doa untuk mendiang ayah tercintanya melalui caption singkat.

"Jannah insyaallah," tulis Hasan di caption akun Instagram-nya @hasaanjaber, diikuti emoticon hati.

Para netizen ikut mengamini doa sederhana Hasan yang ia sampaikan lewat caption itu. Banyak pula yang menyemangati Hasan dan keluarganya usai ditinggal Syekh Ali Jaber.

"Aamiin Allahumma Aamiin," tulis akun @un*******.

"Aamiin, pasti. Allah beri Syurga Firdaus buat beliau," tulis akun @an********.

"Aamiin Kak Hasan sama Umi semangat ya," tulis akun @man******.

Beberapa waktu lalu, melalui unggahannya di Instagram, Syekh Ali Jaber memperkenalkan salah satu putranya yang bernama Hasan. Dalam percakapannya dengan Hasan, Syekh Ali Jaber bercanda ingin mencarikan putranya itu jodoh hingga rencana studi kuliahnya.

Lewat percakapannya pula, Syekh Ali Jaber menyebut Hasan saat ini tinggal di Lombok. Ia mengatakan Hasan pandai berbahasa Sasak.

"Ini Hasan, dia lebih pintar dari saya Bahasa Sasak. Alhamdulillah bagaimana semua di sana di Lombok sehat?" tanya Syekh Ali.

"Sehat," jawab Hasan.

"Alhamdulillah ya Allah kangen banget ini. Sekarang kok Hasan jadi lebih tinggi dari abu nya ya? Semakin tinggi."

Syekh Ali Jaber juga meminta doa agar Hasan, anaknya bisa sukses melanjutkan kuliahnya di luar negeri.

Hasan diketahui saat ini masih berusia 20 tahun. Saat ditanya keinginan menikah oleh Syekh Ali Jaber, ia mengaku belum siap.

"Insya Allah kita aturkan, biar kuliah dahulu dong. Mau kuliah di mana? di Arab atau Indonesia? Atau Australia, Singapura, atau ke mana? Keluar negeri biar ada pengalaman baru," kata Syekh Ali Jaber.

"Insya Allah," jawab Hasan.

Mendengar jawaban sang putra, Syekh Ali Jaber mendoakannya agar Hasan bisa sukses di kemudian hari. Ia juga meminta publik agar mendoakan Hasan sukses melanjutkan studinya.

"Doain moga-moga sukses buat Hasan," ucap Syekh Ali Jaber.

Kepergian Syekh Ali Jaber ini betul-betul meninggalkan banyak duka di hati keluarga, jemaahnya, serta masyarakat yang mencintainya ya, Bunda? Terkait penyebab kematiannya, keluarga akhirnya mengungkap apa penyebab Syekh Ali Jaber meninggal dunia.

Keluarga Syekh Ali Jaber telah mengungkapkan penyebab sang ulama meninggal, Bunda. Mertua Syekh Ali Jaber, Arief Rahman, menuturkan bahwa Syekh Ali Jaber mengalami komplikasi, Bunda.
"Yang jelas (meninggal) bukan COVID-19. Ada komplikasi jantung, komplikasi paru-paru, ginjal, itu benar," kata Arief Rahman.

Selama Syekh Ali Jaber dirawat di rumah sakit, Arief mengaku selalu memantau kondisinya. Selain itu, keluarga juga sudah mempersiapkan diri dengan kondisi Syekh Ali Jaber.

Pada 14 Januari sore, jasad Syekh Ali Jaber dimakamkan di Pondok Pesantren Daarul Quran, Cipondoh, Tangerang. Pondok pesantren tersebut diketahui milik Ustaz Yusuf Mansur.

Proses pemakaman berlangsung haru, keluarga dan pelayat tak kuasa menahan kesedihan, Bun. Sebelumnya, Ustaz Yusuf Mansur sempat mengunggah video suasana persiapan pemakaman Syekh Ali Jaber. Dalam unggahannya tampak liang lahat sudah digali dan disiapkan.

"Bismillah kita cek persiapan makam. Ini semua standar prokes ya. Sudah dengan prokes nih," ujar Ustaz Yusuf Mansur melalui video yang ia unggah di Instagram-nya. (ds/sumber HaiBunda.com)