press enter to search

Kamis, 04/03/2021 06:19 WIB

Pendakwah Asal Turki Raih Gelar Doktor Tafsir Alquran di Indonesia

Redaksi | Rabu, 20/01/2021 12:05 WIB
Pendakwah Asal Turki Raih Gelar Doktor Tafsir Alquran di Indonesia Cemal Sahin berfoto bersama para penguji usai menjalani ujian disertasi di Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran, Jakarta.

JAKARTA (Aksi.id) - Pendakwah asal Turki, Cemal Sahin berhasil meraih gelar doktor bidang tafsir di Institut Perguruan Tinggi Ilmu Quran, Jakarta pada Selasa.

Cemal berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Integrasi Ilmu Kalam dan Tasawuf Menurut Said Nursi dalam Tafsir Risalah: Analisis Konsep Teospiritual dalam Alquran dengan nilai A.

“Alhamdulillah. Saya telah melalui ujian disertasi ini,” kata Cemal kepada Anadolu Agency pada Selasa.

Cemal mengatakan disertasinya berisi ulasan karya tafsir Ulama Turki Said Nursi (1878-1960) yakni Risalah Nur.

Berdasarkan hasil penelitian Cemal, Said Nursi mengintegrasikan ilmu kalam dan tasawuf dalam Risalah Nur.

“Said Nursi dalam tafsirnya menggunakan metode kalam yakni membuktikan rukun-rukun iman dengan argumen-argumen rasional,” ucap Ketua Hayrat Foundation Turki di Indonesia yang mendapatkan bimbingan Prof. Dr. Ahmad Thib Raya dan Dr. Nur Rofiah dalam mengerjakan disertasi ini.

Berkat jerih payahnya, Cemal mendapatkan nilai 92 untuk disertasinya dalam sidang yang diuji Prof. Dr. Nasaruddin Umar, Prof. Dr. Darwis Hude, dan Prof. Dr. Zainun Kamaluddin Fakih.

Pria berumur 33 tahun ini mengaku menghabiskan waktu 3,5 tahun untuk menjalani program doktor dan memilih belajar di Indonesia yang menurutnya merupakan pusat kajian Islam di Asia Tenggara.

Sarjana Hubungan internasional dari Uludag University, Turki itu juga mengaku tidak kesulitan menjalani perkuliahan di Indonesia karena para dosen banyak membantunya walaupun di masa pandemi Covid-19.

“Mereka selalu membimbing dan sangat membantu saya. Kuliah S3 di Indonesia waktunya cepat tapi kualitasnya tinggi,” kata Cemal yang sudah tinggal di Indonesia sejak 2014 untuk berdakwah dan menjalankan program-program kemanusiaan.

Setelah lulus, Cemal mengaku akan menjadi dosen di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Sebelumnya, Hayrat Foundation juga telah mendirikan Hagia Sophia Dakwah Center di kampus yang sama di mana Cemal menjadi direkturnya.

Pusat kajian ini terdiri dari program Bahasa Turki, studi peradaban, kajian Islam, tafsir, pelatihan, dan pertukaran mahasiswa Indonesia-Turki. (ds/sumber HAS)

Artikel Terkait :

-