press enter to search

Sabtu, 06/03/2021 12:00 WIB

686 Pengungsi Gempa Sulbar Tiba di Makassar, Dinsos Sulsel Siapkan Lokasi Penampungan

Redaksi | Rabu, 20/01/2021 17:01 WIB
686 Pengungsi Gempa Sulbar Tiba di Makassar, Dinsos Sulsel Siapkan Lokasi Penampungan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengunjungi kediaman salah satu korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak, Ricko Damianur Mahulette.

MAKASSAR (Aksi.id) - Sebanyak 686 korban gempa bumi di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) dievakuasi ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengatakan, para pengungsi diangkut secara bertahap oleh pesawat milik TNI AU.

“Adapun jumlah pengungsi yang telah tiba melalui Lanud Hasanuddin sampai 19 Januari 2021 sebanyak 686 orang. Ini kita lagi buka Asrama Haji. Tapi sebagian sudah dijemput pihak keluarga,” kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Rabu (20/1/2021).

Terdampak Gempa Sulbar Dikatakan Nurdin, pihaknya telah menyiapkan tiga lokasi penampungan untuk korban gempa di Majene dan Mamuju.
“Saya kira itu bagus juga, kecuali yang tidak ada keluarga mau mengungsi ke sini kita siapin asrama haji, saya sudah komunikasi dengan Kanwil Kemenag Sulsel untuk itu. Termasuk bagi pengungsi yang membutuhkan penanganan medis dan kesehatan," ujarnya.

Dia menambahkan, pengungsi wajib menjalani rapid test antigen sebelum memasuki tempat pengungsian. "Jadi kita siapin klinik, bagi yang serius (positif) kita rujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Tak hanya di Asrama Haji, sebanyak 84 pengungsi ditampung di UPT Inang Matutu. Dari jumlah itu, balita 11 orang, anak-anak 13 orang, remaja 17 orang, dan orang dewasa 43 orang.

“Rata-rata pengungsi masih trauma, sehingga dilakukan trauma healing oleh pekerja sosial dan tim psikososial. Selain itu juga anak-anak diberikan mainan edukatif selama di penampungan. Di lokasi juga sudah dibuka dapur umum,” tuturnya.

Terdapat juga 28 orang yang terdiri 2 orang bayi dan dewasa 26 orang ditampung di Asrama Haji Sudiang. Kemudian ada empat orang yang berasal dari satu keluarga ditampung di Swiss-Belhotel Makassar.
“Alasan dibawa ke sana karena hasil rapid antigen reaktif. Atas saran Kadis Kesehatan Susel untuk mencegah hal yang tidak diinginkan maka diisolasi terlebih dahulu sambil menunggu jadwal untuk tes swab PCR,” terangnya. (ds/sumber Kompas.com)