press enter to search

Senin, 08/03/2021 21:52 WIB

Stakeholder Bandara Soekarno-Hatta Teken Bareng Penerapan Digitalisasi Surat Hasil Tes Covid-19

Dahlia | Kamis, 21/01/2021 23:06 WIB
Stakeholder Bandara Soekarno-Hatta Teken Bareng Penerapan Digitalisasi Surat Hasil Tes Covid-19

JAKARTA (aksi.id) – Stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta menandatangani Kesepakatan bareng tentang Digitalisasi Dokumen Kesehatan eHAC Keberangkatan.

Penandatanganan Kesepakatan Bersama dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, oleh PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai operator Bandara Soekarno-Hatta, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes), dan Satgas Udara Penanganan Covid-19.

Selanjutnya Penyedia fasilitas tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta (Farma Lab & Kimia Farma Diagnostika), Maskapai (Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Batik Air, Lion Air, Sriwijaya Air, NAM Air, AirAsia Indonesia, Airfast), Pendukung aplikasi E-HAC milik Kemenkes (Vaksinku & Paspor Sehat), dan PT Gapura Angkasa sebagai pihak ground handling.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan digitalisasi dokumen kesehatan/surat keterangan hasil tes Covid-19 menciptakan seamless journey karena calon penumpang pesawat tidak perlu lagi membawa kertas fisik dan mengantre validasi manual. 

“Angkasa Pura II mendorong stakeholder agar Bandara Soekarno-Hatta menerapkan digitalisasi surat keterangan hasil tes Covid-19 sebagai syarat perjalanan rute domestik," ungkap Awaluddin.

Dengan demikian, protokol kesehatan dapat dipenuhi lebih mudah, customer experience juga meningkat karena tercipta seamless journey, dan yang tidak kalah penting adalah hal ini turut menghalau praktik pemalsuan surat tes karena validasi dilakukan digital.

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi menambahkan digitalisasi surat tes Covid-19 dilakukan lewat aplikasi eHAC yang dimiliki Kementerian Kesehatan. 

“Secara sederhana, implementasi digitalisasi surat hasil tes dapat dijelaskan sebagai berikut, calon penumpang melakukan tes Covid-19 di fasilitas kesehatan [faskes] yang sudah teregistrasi di aplikasi eHAC, seperti Airport Health Center di Bandara Soekarno-Hatta," kata Agus.
 
Setelah dilakukan tes, faskes mengirim hasil tes yang menyatakan negatif ke eHAC calon penumpang. Kemudian, calon penumpang mendapat QR Code di aplikasi eHAC.

QR Code di eHAC tersebut ditunjukkan calon penumpang di konter check in untuk diperiksa petugas maskapai. Petugas maskapai juga akan ada di titik Security Check Point 2 [SCP 2] untuk memeriksa QR Code bagi calon penumpang yang melakukan self check in atau web check in. 

“Infrastruktur pendukung sudah siap, di setiap konter check in dan di SCP 2 dipastikan ada alat pembaca QR Code bagi petugas maskapai,” ungkapnya.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Soekarno-Hatta Moh. Alwi menuturkan kolaborasi antarstakeholder di Bandara Soekarno-Hatta termasuk menghadirkan digitalisasi dokumen kesehatan ini diharapkan dapat menghalau praktik pemalsuan dokumen hasil tes Covid-19 agar tidak berulang kembali, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap transportasi udara. 

“Calon penumpang pesawat harus melakukan tes Covid-19 sesuai yang dipersyaratkan, ini untuk menjaga agar transportasi udara tetap sehat, aman dan nyaman dalam bepergian". ujar Moh. Alwi.

Kepala Satgas Udara Penanganan Covid-19 Kolonel Pas MA. Silaban (TNI AU) mengatakan pemeriksaaan secara digital sebagai upaya menutup ruang beredarnya surat hasil tes palsu. 

“Kami mengimbau agar calon penumpang pesawat berhati-hati terhadap penipuan terkait surat tes palsu, tidak tergoda bujuk rayu oknum yang menjanjikan surat tes palsu, dan jangan melakukan pemalsuan surat tes,” ujar Kolonel Pas MA. Silaban (TNI AU). 

Kepala KKP Kemenkes Bandara Soekarno-Hatta Darmawali Handoko mengatakan rencananya validasi digital surat hasil tes Covid-19 diberlakukan penuh Februari 2021. 

Direktur Utama Farma Lab Arie Genipa dan Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika Adil Fadilah Bulqini menegaskan penyedia fasilitas kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta siap menjalankan digitalisasi surat hasil tes Covid-19 dengan langsung mengirim surat hasil tes ke aplikasi E-HAC.

Sementara itu, Ketua Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiraatmadja menuturkan, “Maskapai nasional mendukung kemudahan pelaksanaan protokol kesehatan guna mewujudkan penerbangan sehat. Petugas maskapai akan membantu pengecekan QR Code calon penumpang pesawat.”

Penerapan digitalisasi surat hasil tes Covid-19 penting untuk pertama kali dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan jangkar penerbangan domestik di mana sebagian besar penumpang pesawat berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju bandara lain di Tanah Air. 

Ke depannya, bandara-bandara lain di bawah Angkasa Pura II juga akan menerapkan digitalisasi dokumen kesehatan ini. (omy)