press enter to search

Sabtu, 06/03/2021 11:16 WIB

Studi: Ketimbang Batuk, Ngobrol Lebih Cepat Tularkan Virus Corona

Dahlia | Minggu, 24/01/2021 21:58 WIB
Studi: Ketimbang Batuk, Ngobrol Lebih Cepat Tularkan Virus Corona Foto: ilustrasi

Jakarta (aksi.id)  - Virus coron baru penyebab Covid-19 tanpa disadari dapat Anda temui di mana saja, termasuk saat berbincang dengan seorang teman yang terinfeksi tanpa gejala.

Seperti dituliskan The Guardian, berbicara dengan seorang teman ketika terinfeksi virus corona bisa sama berbahaya dengan batuk di dekat mereka. Hal itu disebabkan adanya partikel atau droplet yang tertinggal yang bisa menular.

"Covid dapat menyebar melalui percikan yang mengandung virus yang dikeluarkan saat orang yang terinfeksi bernapas, berbicara, atau batuk," tulis laporan tersebut dikutip Minggu (24/1/2021).

Kondisi itu ternyata bisa lebih buruk terutama jika dalam ruangan tertutup. Menurut para ahli, virus corona menyebar lebih mudah di lingkungan dalam ruangan.

Sementara untuk percikan yang mengandung virus dan jatuh ke tanah dalam jarak pendek, tetesan kecil yang dikenal sebagai aerosol dapat membawa virus dalam jarak lebih dari dua meter, dan bertahan.

Sekarang para ahli telah mengembangkan model untuk mengeksplorasi risiko yang ditimbulkan oleh droplet tersebut serta mencari cara untuk menguranginya. Hasil mereka menunjukkan hanya butuh beberapa detik bagi partikel yang dikeluarkan untuk bergerak lebih dari dua meter.

"Anda membutuhkan masker, perlu menjaga jarak dan Anda membutuhkan ventilasi yang baik sehingga partikel-partikel ini tidak menumpuk di ruang dalam ruangan dan mereka dihilangkan dengan aman," kata Profesor Pedro Magalhães de Oliveira, seorang ahli mekanika fluida di Universitas Cambridge.

Dalam ulasan yang diterbitkan di Proceedings of the Royal Society A, de Oliveira dan rekannya melaporkan bagaimana mereka membuat model yang memperhitungkan ukuran tetesan yang dipancarkan dari individu yang terinfeksi ketika mereka berbicara atau batuk.

"Tim menyimpulkan tidak aman untuk berdiri tanpa masker yang berjarak dua meter dari orang yang terinfeksi yang sedang berbicara atau batuk, dengan kedua situasi tersebut menimbulkan risiko infeksi," tulis Oliveira. (lia/sumber:cnbcindonesia.com)