press enter to search

Sabtu, 06/03/2021 11:12 WIB

Kamalam: Identik dengan China, Nama Buah Naga Diganti Menjadi `Teratai` di Gujarat

Redaksi | Minggu, 24/01/2021 23:11 WIB
Kamalam: Identik dengan China, Nama Buah Naga Diganti Menjadi `Teratai` di Gujarat Buah Naga diganti Teratai di India.

INDIA (Aksi.id) - Menteri Utama Gujarat, Vijay Rupani, mengatakan buah bersisik dan berwarna merah muda itu kini dinamai Kamalam, yang berarti bunga teratai dalam bahasa Sanskerta. Teratai dianggap suci oleh umat Hindu dan menjadi bunga nasional India.

Hubungan antara India dan China memanas dalam beberapa bulan terakhir. Tentara dari kedua tetangga terjebak dalam ketegangan yang telah berlangsung lama di sepanjang perbatasan Himalaya.

India baru membudidayakan buah naga beberapa tahun belakangan dan kini mulai populer di Gujarat.

Buah itu termasuk dari tanaman kaktus - dan diyakini mendapatkan nama buah naga karena kulitnya yang menyerupai sisik naga.

Kendati buah naga adalah buah tropis asli Amerika Tengah dan sebagian besar diimpor dari Amerika Selatan, banyak orang di India mengasosiasikannya dengan China karena namanya.

Persaingan antara India dan China sering digambarkan sebagai persaingan antara gajah dan naga,

Hubungan antara kedua tetangga itu sangat dingin sejak tentara mereka bentrok di pegunungan Himalaya.

Keputusan Gujarat untuk mengganti nama buah itu diumumkan pada hari Selasa (19/01) oleh Rupani.

Teratai juga merupakan simbol pemilihan Partai Bharatiya Janata, di mana ia dan PM India Narendra Modi berasal.

"Nama buah naga tidak tepat, dan karena namanya orang berpikir tentang China. Jadi kami memberinya nama `kamalam`," kata Rupani kepada pers setempat.

Rupani tidak merinci lebih lanjut tetapi perubahan nama itu menjadi inspirasi lelucon dan meme di dunia maya.

Sejak itu, India menuding China melanggar kesepakatan perbatasan dengan melakukan "pergerakan militer yang provokatif".

Akan tetapi, orang India dengan cepat mengolok-olok langkah pemerintah setempat yang mereka anggap jinak dan bahkan tidak ada gunanya. (ds/sumber BBC News Indonesia)