press enter to search

Senin, 08/03/2021 06:50 WIB

Vaksinasi Mandiri, Kemenkes: Tak Ada Jual Beli Vaksin Corona

Dahlia | Selasa, 26/01/2021 19:42 WIB
Vaksinasi Mandiri, Kemenkes: Tak Ada Jual Beli Vaksin Corona Siti Nadia (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta (aksi.id)  - Wacana vaksin mandiri dengan melibatkan swasta masih dikaji oleh pemerintah. Namun Pemerintah sudah mewanti-wanti bila wacana itu terlaksana haru dipastikan tidak ada komersialisasi vaksin.

"Yang bisa dipastikan bahwa tidak ada komersialisasi dalam vaksin gotong royong dalam arti vaksin tidak akan diperjualbelikan untuk individu," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi dalam Webinar Business Challenges, Selasa (25/1/2021).

Dia menjelaskan jika vaksin ini akan bersifat korporasi atau perusahaan yang menyediakan untuk seluruh karyawannya. Jadi tidak dibebankan untuk masing-masing individu.

Sementara itu hingga saat ini vaksin mandiri masih dikaji termasuk untuk skema terbaiknya. Disebut vaksin gotong royong karena menurutnya adalah dari kalangan dunia usaha untuk membantu pemerintah mempercepat dan memperbanyak jumlah orang yang divaksin.

"Kalau sesuai skema, masyarakat kita akan mulai divaksin bulan April. Tetapi kembali lagi kalau dimulai bulan April tentunya berdasarkan skala prioritas. Nah dunia usaha menawarkan untuk bisa membantu pemerintah dalam hal ini mendukung proses vaksinasi," jelas Siti Nadia.

Dia berharap dengan dukungan tersebut bisa mempercepat orang yang divaksin. Selain itu juga mengurangi angka kesakitan dan kematian dari Covid-19.

Namun menurut Siti Nadia ini juga bukan keputusan yang terburu-buru. Pemerintah saat ini masih melakukan konsultasi dan mendengarkan pendapat dari sejumlah pihak untuk mekanisme terbaik.

Jika kajian dilakukan dan hasilnya punya manfaat lebih banyak maka akan diputuskan sebagai kebijakan. Dia menambahkan mengingat juga angka Covid-19 semakin tinggi di masyarakat.

Selain itu kajian juga dibuat dengan harapan tidak memberikan pemahaman yang salah pada masyarakat lalu membuat mereka enggan untuk divaksin.

"Jangan sampai vaksin gotong royong ini memberikan pemahaman yang salah sehingga menjadi senjata kepada kelompok yang antivaksin untuk kemudian membuat masyarakat kemudian malah tidak jadi partisipasi terhadap pelaksanaan vaksin ini," kata Siti Nadia. (lia/sumber:cnbcindonesia.com)