press enter to search

Rabu, 03/03/2021 18:03 WIB

Dirjen Budi Serahkan e-BLU Reader kepada 25 BPTD, PKTJ, dan PTDI-STTD

Dahlia | Rabu, 17/02/2021 18:20 WIB
Dirjen Budi Serahkan e-BLU Reader kepada 25 BPTD, PKTJ, dan PTDI-STTD

 

BEKASI (aksi.id) - Guna memperkuat sarana di bidang keselamatan, Dirje  Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi serah terima e-BLU Reader kepada 25 Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) dan Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD).

"e-BLU Reader ini merupakan Alat identifikasi Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) sebagai pendukung pelayanan Penerbitan BLUe yang dapat membantu mempermudah pengawasan terhadap maraknya pemalsuan Bukti Lulus Uji Berkala Kendaraan Bermotor oleh pihak pihak yang tidak bertanggungjawab," tegas Dirjen Budi di Bekasi, Rabu (17/2/2021).

Bila terjadi, ini sangat merugikan masyarakat dan pemilik kendaraan yang tidak mengetahui adanya pemalsuan BLUe tersebut dan tentunya sangat berdampak terhadap terjadinya kecelakaan.

Dengan adanya serah terima e-BLU Reader ini, Ditjen Perhubungan Darat akan terus berupaya membangun program-program untuk meningkatkan keselamatan dan pelayanan di Lingkungan Ditjen Perhubungan Darat yang lebih cepat, transparan, akuntabel, dan terintegrasi.

Lebih lanjut lagi, Dirjen Budi mengemukakan, seperti yang telah diprogramkan Direktorat Sarana Transportasi Jalan yang tujuannya untuk percepatan dalam peningkatan kompetensi Penguji Kendaraan Bermotor dan upaya dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas jalan guna mendukung Program Indonesia Bebas ODOL (Over Dimension Over Loading) Tahun 2023. 

“Bila melihat kondisi saat ini, jumlah Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) yang terakreditasi masih sangat terbatas di beberapa wilayah di Indonesia. Oleh karena itu saya sangat mendukung program pemenuhan fasilitas dan peralatan untuk pengujian berkala kendaraan bermotor seperti kendaraan uji keliling, sehingga pelayanan masih dapat diselenggarakan secara efektif dan efisien,” urai Dirjen Budi. (omy)