press enter to search

Jum'at, 05/03/2021 04:43 WIB

PT DFI & PPI jalin Kerjasama Setrategis pada bidang Logistik terintegrasi

Wilam chon | Senin, 22/02/2021 16:10 WIB
PT DFI & PPI jalin Kerjasama Setrategis  pada bidang  Logistik terintegrasi Penandatanganan MoU

JAKARTA(Aksi. id) -PT Dewata Freight International, Tbk (“Perseroan”) dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) (“PPI”) menandatangani Nota Kesepahaman sebagai perwujudan kerjasama kedua perusahaan.

MoU ditandatangani langsung oleh Bimada selaku Direktur Utama Perseroan dan Fasika Khareul Zaman sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero).

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dilakukan di kantor PPI dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan Covid-19.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dimaksudkan sebagai perwujudan rencana awal kerjasama antara Perseroan dan PPI.

Diharapkan kedua perusahaan dapat saling bersinergi guna memfasilitasi komunikasi, diskusi, saling memberikan informasi, melakukan kajian-kajian yang dijadikan sebagai pedoman perencanaan dan persiapan kerjasama serta membangun kemitraan strategis saling menguntungkan dalam bidang logistik terintegrasi melalui Pusat Logistik Berikat, Freight Forwarding, dan transport distribusi sesuai dengan prinsip good corporate governance guna mendorong kerjasama yang dilakukan memiliki daya saing yang kuat, professional, transparan dan efisien.

Menurut Khaerul saat ini PPI fokus pada penjualan komoditi reguler seperti perdagangan pupuk dan pestisida, farmasi serta alat kesehatan, produk pangan dan konsumsi, bahan bangunan termasuk alat-alat pertanian.

Dalam siaran pers,  Senin (22/2/2021), Khaerul mengungkapkan PPI kembali berhasil menjadi Mitra Utama (MITA) Kepabeanan di pelabuhan Belawan, Sumatra Utara, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak, dan Bandara Soekarno- Hatta.

Dengan, ditandatanganinya Nota Kesepahaman ini PPI dan Perseroan dapat berkolaborasi untuk mengelola logistiknya agar efisien dan efektif, sehingga produk yang dipasarkan PPI memiliki daya saing dan kompetitif di dalam dan luar negeri.

Menurut Bimada, penandatanganan Nota Kesepahaman ini dianggap penting bagi Perseroan sebagai salah satu
usaha untuk mendukung pertumbuhan dan kesempatan pengembangan usaha. Penandatanganan Nota Kesepahaman sebagai langkah awal yang dilakukan untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan Perseroan untuk memenuhi kebutuhan Pelanggan sesuai dengan kebutuhan logistiknya agar efisien dan efektif.

Lebih jauh, Bimada juga menjelaskan, selain penandatanganan Nota Kesepahaman ini dengan Perseroan, PPI juga melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Anak Usaha Perseroan, PT Arrow Chain Management
Logistics [ACML] untuk dapat mengembangkan Pergudangan dan Transportasi Distribusi.

Dengan pengembangan ini diharapkan Perseroan dapat memiliki sumber pendapatan baru untuk mendukung kinerja keuangan Perseroan.

Nur Hasanah – Corporate Secretary Perseroan, menambahkan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman ini
merupakan langkah awal masuk ke penangangan logistik berbasis komoditi, selain alat kesehatan dan farmasi yang
sudah diinisiasi sebelumnya.

Perseroan sebelumnya lebih berfokus kepada penanganan kargo infrastruktur,
Pembangkit Tenaga Listrik dan pengiriman alat-alat berat yang berkontribusi sebesar +/- 80% dari Pendapatan Perseroan.

Kinerja Penjualan Perseroan pada tahun Q3-2020 menurun 26% YoY, dengan DER 1,63X. Tahun 2021 Perseroan merencanakan Pertumbuhan Penjualan secara konsolidasi sebesar 300% YoY dan Capex Rp 100 Miliar untuk pembangunan infrastruktur rantai pasok dingin, pusat logistik berikat dan logistik pertambangan (logistics mining).

Sumber Pendanaan capex Perseroan berasal dari penambahan hutang kepada Perbankan dan non perbankan serta
dari Kas Perseroan.(wilam)

 

Keyword MoU