press enter to search

Sabtu, 10/04/2021 18:25 WIB

Kasus Polisi Tembak Tentara, Kapendam Jaya: Anggota TNI Jangan Terprovokasi

Redaksi | Kamis, 25/02/2021 16:11 WIB
Kasus Polisi Tembak Tentara, Kapendam Jaya: Anggota TNI Jangan Terprovokasi Ilustrasi.

JAKARTA (Aksi.id) - Kapendam Jaya Letnan Kolonel Arh Herwin BS meminta Pomdam Jaya turut mengawal kasus penembakan yang menewaskan prajurit TNI AD. Hal ini untuk menghindari munculnya informasi yang memperkeruh suasana pascapenembakan di sebuah kafe di Cengkareng, Jakarta Barat.

Pelaku penembakan adalah anggota Polri Bripka CS. Dalam kejadian tersebut, tiga orang meninggal, seorang di antaranya anggota TNI.

KPK Buka Penyidikan Kasus Korupsi Barang Kena Cukai di Bintan
"Pangdam Jaya sudah memerintahkan Pomdam Jaya untuk mengawal pemeriksaan dan penyelidikan Polda agar masalah ini diselesaikan secara hukum yang berkeadilan," kata dia di Polda Metro Jaya, Kamis (25/2/2021).

Herwin berharap agar prajurit baik di bawah Kodam Jaya maupun yang ada di Jakarta tidak membuat isu-isu yang dapat merusak stabilitas keamanan di Ibu Kota setelah kasus penembakan.

"Mungkin ini yang kami sampaikan kepada rekan-rekan baik prajurit di lapangan agar tidak terjadi dinamika yang terprovokasi. Kita tetap mengharapkan sinergitas antara TNI-Polri," ucap dia.

Herwin menyampaikan, ke depannya, Garnisun dan Polda Metro Jaya akan mengurangi tindakan yang merugikan nama institusi TNI utamanya Angkatan Darat. "Kedua pesan Pangdam Jaya bahwa ke depan mungkin akan lebih diperketat patroli bersama," ucap dia.

Kronologi Penembakan

Anggota Polri Bripka CS melakukan aksi penembakan di sebuah kafe di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Tiga orang meninggal, seorang di antaranya adalah anggota TNI AD aktif.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan, penembakan bermula ketika CS mendatangi sebuah kafe di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat pada Kamis (25/2/2021) sekira pukul 02.00 WIB. CS berada di cafe sampai pukul 04.00 WIB.

"CS kemudian melakukan minum-minum di sana," kata Yusri saat konferensi pers, Kamis (25/2/2021).

Yusri menerangkan, saat itu kafe akan tutup dan CS pergi ke kasir untuk menyelesaikan pembayaran. Namun, terjadilah cek-cok antara tersangka dengan pegawai kafe.

Dalam kondisi yang mabuk, CS kemudian melepaskan tembakan. Tiga orang meninggal dunia dan satu orang terluka akibat penembakan itu.

"Kafe akan tutup saat akan bayar terjadi cekcok antara tersangka dan pegawai, dengan kondisi mabuk CS mengeluarkan senjata api dan menembak," ujar dia.

Yusri menyebutkan, identitas para korban meninggal yakni anggota TNI AD aktif berinisial S, dan dua pegawai kafe inisial FSS dan M. Sementara seorang pegawai berinial H masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Ini sementara jenazah masih di Rumah Sakit Polri, rencananya selesai penanganan di rumah sakit baru akan diambil oleh keluarga korban," tandas dia. (ds/sumber Liputan6.com)