press enter to search

Minggu, 11/04/2021 11:11 WIB

Virus Corona B117 Masuk Indonesia, Unpad Teliti Keampuhan Vaksin Sinovac

Dahlia | Rabu, 03/03/2021 19:32 WIB
Virus Corona B117 Masuk Indonesia, Unpad Teliti Keampuhan Vaksin Sinovac Foto: ilustrasi

Bandung (aksi.id) - Tim Uji Klinis vaksin Sinovac dari Universitas Padjadjaran (Unpad) akan teliti efektivitas vaksin corona buatan China itu terhadap varian baru virus corona B117 asal Inggris.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Riset Uji Klinis Covid-19 Sinovac dari Universitas Padjadjaran Kusnandi Rusmil menyusul penemuan dua kasus varian B117 di Karawang.

"Nah, itu yang akan saya teliti karena kan penelitian kita belum selesai," kata Kusnandi saat ditemui di Gedung RSP Unpad, Kota Bandung, Rabu (3/3).

"Saya lagi teliti dan kita meneliti di Indonesia, Brasil, Uni Emirat Arab, Turki untuk melihat efektivitasnya," tambahnya.

Harapan Kusnadi ini berdasarkan alasan kalau mutasi virus corona varian baru ini belum jauh dari virus asli. Jika mutasi sudah terlalu jauh dari asli, maka ada kemungkinan vaksin tak lagi efektif untuk menangkal virus corona.

"Tapi, moga-moga (vaksin) masih bisa meng-cover (melindungi). Oleh karena apa? Kan dia virus itu bermutasi terus dan ini baru setahun. Mutasinya itu belum begitu besar sehingga dia besarnya itu masih sama. Tapi kalau misalnya sudah melebihi itu udah enggak bisa...tapi kalau setahun, harapan saya masih efektif," tambahnya.

Selain itu, menurutnya sampai saat ini belum ada bukti varian baru virus corona B117 dari Inggris mengganggu kinerja vaksin.

Mutasi lumrah terjadi pada virus

Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad itu menjelaskan bahwa mutasi virus adalah sesuatu yang alamiah terjadi. Meskipun setiap varian akan berbeda dalam hal penyebarannya.

"Mutasi itu kan artinya dia berubah. Sebuah virus itu selalu akan berubah dan mutasi terus untuk mempertahankan diri supaya tetap eksis. Itulah makanya virus manapun akan mutasi, enggak bisa dicegah alamiah seperti itu," paparnya.

Oleh karena itu, Kusnandi menyampaikan bahwa saat ini penelitian tengah dilakukan untuk mengetahui karakteristik dari virus mutan yang pertama kali ditemukan di Inggris pada September 2020 lalu.

Tidak lebih ganas

Terkait perbedaan varian baru virus corona B117 dengan Covid-19, Kusnandi tidak membenarkan lebih ganas.

"Dia itu bukan lebih ganas tapi dia lebih cepat menular, tapi keganasannya sama," ucapnya.

Namun, berdasarkan penelitian lanjutan pada Februari 2021, varian B117 disebut 30 hingga 70 persen lebih mematikan. Penelitian ini dilakukan dengan sampel pasien Covid-19 yang lebih besar dari penelitian awal. Pada penelitian awal, hanya disebutkan varian di Inggris 30 hingga 70 persen lebih mudah menular dan tidak disebut lebih mematikan.

Menurut Kusnandi, untuk sementara langkah antisipasi dari varian virus baru tersebut adalah tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, cuci tangan, dan memakai masker.

"Enggak boleh sembarangan, enggak pergi kemana-mana kalau enggak perlu. Jaga daya tahan tubuh kita," katanya.

Seperti diketahui, mutasi virus corona B117 yang pertama kali ditemukan di Inggris, sudah masuk ke Indonesia. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membenarkan hal itu dan kasus pasien terinfeksi virus corona B117 telah ditemukan di Karawang.

Menurut Emil, sapaan Ridwan Kamil, temuan mutasi virus corona B117 tersebut sudah ditangani oleh Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Jabar untuk melakukan pelacakan lebih lanjut dan mengantisipasi merebaknya kasus. (lia/sumber:cnnindonesia.com)