press enter to search

Selasa, 20/04/2021 16:32 WIB

Malaya Gadis Cilik Tangguh dari Marunda, Ikut Antar Jemput Kru Kapal, Cekatan Tambatkan Tambang, Bercita-cita Jadi Polwan

Dahlia | Sabtu, 20/03/2021 21:56 WIB
Malaya Gadis Cilik Tangguh dari Marunda, Ikut Antar Jemput Kru Kapal, Cekatan Tambatkan Tambang, Bercita-cita Jadi Polwan Malaya yang ceria ikut ayahanda antar jemput kru kapal dan pemancing ikan. Foto: BeritaTrans.com dan Aksi.id

JAKARTA (aksi.id) - Seorang gadis cilik tampak berdiri di depan perahu. Dia memegang tambang. Ketika sampai dermaga bambu, dia bersegera menambatkan tambang tersebut.

Sabtu (20/3/2021) merupakan hari libur. Saat tak bersekolah itu, gadis tersebut mengisi waktu untuk ikut ayahanda antar jemput kru kapal dan pemancing ikan.

Malaya namanya. Masih duduk di kelas 5 di salah satu SDN di kawasan Marunda, Jakarta Utara. Ketika ayahandanya hendak antar jemput pelanggan di lautan, dia selalu ikut.

Kru kapal atau pemancing, yang diantar jemput, memang tidak jauh lokasinya dari dermaga bambu tempat ayahanda Malaya, Kosim, menambatkan perahu. Hanya butuh pelayaran sekitar 15 menit.

"Saya sudah larang. Tapi dia minta ikut terus, soalnya sekalian main," ungkap Kosim kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id.

Dengan sifat kekanak-kanakannya, Malaya memang tampak ceria saat ikut ayahandanya. 

Namun anak ketujuh dari sembilan bersaudara ini tak lantas hanya sekadar mendampingi ayahanda dan bermain. Dia dengan senang hati membantu bapaknya menambatkan dan melepaskan tambang di dermaga, kapal atau bagang.

Ternyata bocah ini terbilang sangat sigap dalam membantu pekerjaan itu. Dia tahu persis saat tepat untuk menambatkan tambang.

Yang bikinn takjub adalah dia dengan tenang dan bahkan ceria ketika menambatkan dan melepaskan tambang perahu dari kapal, yang ukurannya puluhan kali lipat dari perahu, yang dinaikinya. Bahkan ukuran kapal itu mungkin ribuan kali lipat dari ukuran badannya.

Saat di bagang (tempat besar menjaring ikan), dia terlihat menaiki bambu dan sebentar bermain. Dari permukaan air, bagang itu memiliki tinggi sekitar empat meter.

Ketika pekerjaan itu selesai dilaksanakan, dia bersegera duduk di samping ayahandanya. Dia bahkan terlihat menyantap mi seduh, yang dibawa dari warung orang tuanya.

Warung tersebut berada di pesisir Marunda. Dekat dengan pelabuhan dan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran.

Perahu, yang dilengkapi dengan life jacket tersebut, Malaya seperti menjadikannya tempat bermain mengasyikkan.

Malaya tak terganggu dengan goyangan ombak. Dia juga rajin melihat-lihat kapal di sekitarnya. 

Lalu apa cita-cita Malaya?

"Bilangnya sih ke saya, maunya jadi polwan," kata ibundanya.

Tentang nama Malaya, perempuan itu bercerita karena melahirkan anaknya tersebut bersamaan dengan terjadi gempa di Tasikmalaya. Saat proses persalinan di satu klinik bidan di Cilincing, Jakarta Utara, terasa getaran gempa.

Malaya lahir pada 17 Juli 2009.

Semoga kelak jadi polwan, yang tangguh, dan menyandang pangkat jenderal, ya Malaya.

(awe).