press enter to search

Selasa, 20/04/2021 17:53 WIB

Studi: Aspirin Dosis Rendah Kurangi Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Dahlia | Selasa, 23/03/2021 21:32 WIB
Studi: Aspirin Dosis Rendah Kurangi Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Jakarta (aksi.id) - Penelitian terbaru menunjukkan aspirin dosis rendah dapat mengurangi risiko masuk ICU dan kematian pada pasien terinfeksi Covid-19. Aspirin merupakan salah satu obat tertua di dunia yang biasa digunakan sebagai pengencer darah dan juga demam.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Anesthesia & Analgesia ini mendapati aspirin dosis rendah membantu melindungi paru-paru sehingga mengurangi kebutuhan pasien Covid-19 pada ventilator.

Aspirin bekerja dengan mencegah pembekuan darah kecil sehingga mengurangi risiko penggumpalan darah yang banyak menjadi penyebab keparahan pada Covid-19.

"Alasan mengapa kami melihat aspirin untuk Covid-19 adalah karena kami menyadari bahwa pasien mulai mengalami banyak komplikasi trombotik, atau banyak gumpalan darah yang terbentuk di seluruh tubuh mereka," kata peneliti dari George Washington University, Jonathan Chow dikutip dari CNN.

Chow dan tim menganalisis 412 pasien yang dirawat di rumah sakit pada Maret-Juli 2020. Sekitar 24 persen pasien menerima aspirin dalam waktu 24 jam setelah masuk ke rumah sakit.

Hasilnya, pengguna aspirin dikaitkan dengan penurunan 44 persen dalam penggunaan ventilator, penurunan risiko masuk ICU hingga 43 persen, dan penurunan kematian hingga 47 persen.

Batasan dari penelitian ini adalah peneliti tidak melihat catatan medis penerima dan juga tidak memberikan aspirin atau plasebo secara acak.

Selain penelitian yang dilakukan Chow dan tim, penelitian serupa yang dipublikasikan di jurnal PLOS One juga mendapati hal yang serupa. Studi pada 30 ribu lansia di AS dengan Covid-19 yang mengonsumsi aspirin memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan yang tidak mengonsumsi aspirin.

Penelitian lain terkait aspirin dan Covid-19 juga saat ini sedang di uji di Inggris dalam Recovery Trial yang melibatkan kontrol dan standar yang teruji.

(lia/sumber:cnnindonesia.com)