press enter to search

Selasa, 20/04/2021 17:29 WIB

12 RW Kumuh di Jakarta Pusat Bakal Ditata

Dahlia | Selasa, 06/04/2021 17:15 WIB
12 RW Kumuh di Jakarta Pusat Bakal Ditata

Jakarta (aksi.id) - Penataan kawasan Rw kumuh di wilayah Jakarta Pusat akan dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2021. Kegiatan tersebut tersebar di 12 Rw kumuh di delapan kelurahan.

Ka.sie perencanaan, pengawasan perumahan dan kawasan permukiman Sudin Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman ( PRKP ) Jakarta Pusat, Rendy Pramudia Aji mengatakan, kriteria Rw kumuh berdasarkan data dari BPS tahun 2017 dan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 90 tahun 2018 tentang peningkatan kualitas permukiman dalam rangka penataan kawasan permukiman terpadu.

Dikatakan, total Rw kumuh di wilayah Jakarta Pusat ada 98, prioritas penataan kawasan Rw kumuh dilakukan di 38 Rw, ini dibagi-bagi dari tahun 2018 s.d 2022, jelas Rendy saat dikonfirmasi, Selasa (6/4/2021).

Namun untuk tahun 2021 penataan Rw kumuh akan dilakukan di 12 RW yakni Rw.05 Kelurahan Karet Tengsin, Rw.012 Kebon Melati, Rw.02 Kelurahan Menteng, Rw.06 Kelurahan Bungur, Rw.01 dan 02 Kelurahan Johar Baru, Rw.08, 011, 012 Kelurahan Tanah Tinggi, Rw.08 dan 010 Utan Panjang, Rw.05 Kelurahan Mangga Dua Selatan, tuturnya.

Lebih Lanjut Rendy Mengungkapkan, penataan Rw kumuh meliputi perbaikan jalan lingkungan dan saluran, pembuatan gapura, perbaikan lampu PJU, penghijauan, pembuangan sampah, sumur resapan, pembuatan septic tank komunal, dan MCK.

“ Tahun ini baru 12 Rw yang masuk dalam penataan Rw kumuh melalui program Collaborative Implementation Program (CIP), Insyaallah program ini bulan Juni 2021 akan mulai dilaksanakan, “ ucap Rendy.

Khusus Rw.05 Kelurahan Karet Tengsin dan Rw.02 Kelurahan Menteng ini merupakan program lanjutan tahun lalu, tahun ini akan dilanjutkan pekerjaannya. Ia berharap kepada SKPD terkait dapat mendukung program KSD Gubernur DKI Jakarta terutama kegiatan aspek sosial budaya dan ekonomi, ujarnya.

Untuk mempercepat penataan kawasan RW kumuh, pihaknya berkolaborasi dengan warga masyarakat dengan swakelola, dimana warga masyarakat nantinya ikut berkecimpung dalam penataan Rw kumuh secara langsung, terutama pekerjaan yang tidak memerlukan skill khusus seperti pembuatan penghijuan dan mural, tambahnya. (lia)