press enter to search

Selasa, 20/04/2021 17:16 WIB

Varian Virus Corona E484K, Lebih Menular dan Melemahkan Respons Imun

Redaksi | Rabu, 07/04/2021 07:00 WIB
Varian Virus Corona E484K, Lebih Menular dan Melemahkan Respons Imun

Aksi id - Virus Corona penyebab Covid-19 terus mengalami mutasi seperti ditemukan di sejumlah negara. 

Salah satu mutasi virus Corona yang saat ini mendapatkan perhatian adalah varian E4848K.

Hal itu setelah sebanyak 70 persen pasien di rumah sakit di Tokyo, Jepang diketahui terinfeksi mutasi virus Corona E484K ini.

Dilaporkan ada 10 dari 14 pasien virus corona di Tokyo Medical and Dental University Medical Hospital yang terbukti terinfeksi mutasi virus ini pada Maret lalu.

Dikutip dari Reuters, mutasi ini ditemukan pada 12 dari 36 pasien di Jepang dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Apa itu varian E484K?

Melansir BMJ (5/4/2021), disebutkan varian virus ini kini menjadi salah satu yang menyebar dengan cepat di Inggris.

Berikut ini adalah hal-hal yang telah diketahui dari mutasi E484K:

Bukan varian baru

 

Mutasi ini telah terjadi pada varian berbeda dan telah ditemukan pada varian Afrika Selatan (B.1.351) dan Brasil (B.1.1.28)

Mutasi terjadi pada protein spike (bagian berbentuk paku) dan dinilai bisa berpengaruh pada respons kekebalan tubuh dan kemanjuran vaksin.

Teridentifikasi di Inggris

Public Health England (PHE) menyebut pihaknya telah mengidentifikasi 11 kasus varian B1.1.7 Inggris yang membawa mutasi E484K.

Kasus-kasus itu ditemukan di sekitar wilayah Bristol.

Selain itu, mereka juga menemukan 40 kasus infeksi virus corona asli yang membawa mutasi E4848K di daerah Liverpool.

Terkait temuan-temuan ini, otoritas kesehatan Inggris pun meningkatkan pelacakan kontak, analisis laboratorium, dan pengetesan di area yang terdeteksi.

Lebih menular

Dikutip dari FT.com, mutasi varian E484K dapat mengubah permukaan protein lonjakan yang digunakan virus untuk memasuki sel manusia.

Dampak perubahan bentuk ini mempersulit sistem kekebalan untuk mengenali dan menghancurkan virus. 

Mutasi E4848K yang sama hadir pada varian P.1 yang mendorong lonjakan Covid-19 di Brasil.

Terlepas dari kemampuannya yang meningkat untuk menghindari pengenalan oleh sistem kekebalan, E484K membuat Sars-Cov-2 lebih menular dengan mengikat lebih dekat ke “reseptor” virus dalam sel manusia

 

Melemahkan respons imun

Profesor mikrobiologi klinis Universitas Cambridge Ravindra Gupta mengatakan, E484K alias escape mutation ini juga dapat memperkuat virus melewati pertahanan kekebalan tubuh.

Varian Corona B.1.1.7 dan E484K yang baru secara substansial meningkatkan jumlah antibodi serum yang diperlukan untuk mencegah infeksi sel.

Karena itu, kombinasi ini diperkirakan bisa jauh lebih mematikan dibandingkan varian Corona sebelumnya.

Sementara itu, Lawrence Young, ahli virologi dan profesor onkologi molekuler di Universitas Warwick, Inggris memberikan pandangan senada.

Dia mengatakan, mutasi E484K dapat melemahkan respons imun dan memengaruhi umur dari respon antibodi penetral.

"Jadi, varian B.1.1.7 yang membawa mutasi E484K mungkin lebih berdampak lebih parah ketika seseorang terinfeksi ulang," kata dia.

 

Dampak terhadap vaksin

Peneliti dari Cambridge University telah mengonfirmasi varian B.1.1.7 dengan E484K secara substansial bisa meningkatkan jumlah antibodi serum yang diperlukan tubuh untuk mencegah infeksi sel.

Namun, E484K juga disebut sebagai "Escape Mutation", karena bisa membantu virus lolos dan tidak terdeteksi antibodi tubuh.

Belum ada hasil penelitian yang dapat memastikan apakah vaksin yang saat ini sudah tersedia mampu mengatasi infeksi virus corona dengan varian E484K.

Namun, para ilmuwan mengatakan vaksin dapat didesain ulang dan disesuaikan agar efektif digunakan mengatasi varian baru.

Tim Oxford AstraZeneca, misalnya, saat ini tengah meng-update vaksin mereka agar lebih efektif melawan mutasi yang terlihat dan jenis itu dapat tersedia pada musim gugur tahun ini. (ny/Sumber: Kompas.com)