press enter to search

Selasa, 20/04/2021 17:15 WIB

40 Wanita Telanjang di Atas Balkon Gedung Pencakar Langit Ternyata Berasal dari Ukraina

Redaksi | Rabu, 07/04/2021 08:04 WIB
40 Wanita Telanjang di Atas Balkon Gedung Pencakar Langit Ternyata Berasal dari Ukraina Puluhan wanita berpose telanjang di Gedung Pencakar Langit Dubai.* /The Sun/

Aksi.id - Sejumlah wanita yang telanjang sambil berjemur di balkon gedung pencakar langit dan viral di media sosial, ternyata berasal dari Ukraina.

Mereka akhirnya ditangkap pihak kepolisian di Marina Dubai Uni Emirat Arab (UEA) karena dianggap berperilaku tidak senonoh.

Selain menahan 40 wanita yang berpose telanjang, polisi juga mengamankan barang bukti berupa foto-foto vulgar.

Para wanita yang telanjang itu, sedang melakukan syuting untuk saluran porno milik Israel.

Mereka terancam hukuman penjara maksimal enam bulan, sesuai undang-undang yang berlaku di UEA.

Sebelumnya, rekaman wanita yang berpose telanjang menjadi viral saat ada seseorang merekamnya dari gedung sebelah.

Sementara barang bukti yang disita polisi, menunjukan ada empat wanita terlihat membungkuk di atas sofa abu-abu mewah.

Foto lain menunjukkan kelompok itu membelakangi kamera di balkon, memamerkan tubuh telanjang mereka ke lingkungan kelas atas kota Marina.

Nama-nama perempuan tersebut belum dirilis ke publik tetapi diketahui semua 40 ditangkap atas tuduhan pesta pora publik.

Dikutip Daily Star, Polisi Dubai mengatakan kelompok itu "muncul dalam video tidak senonoh", yang diyakini berasal dari situs porno Israel.

Perusahaan telekomunikasi milik negara saat ini memblokir akses ke situs web pornografi utama.

Radha Stirling, Direktur dan Pendiri Detained in Dubai, mengatakan kepada Metro: "Awalnya kami diberitahu bahwa itu adalah situs web dewasa AS cabang Israel."

Belakangan kami mendengar bahwa itu adalah saluran porno milik Israel," tambahnya.

Detained in Dubai adalah organisasi yang berbasis di London yang mengklaim dianggap sebagai otoritas internasional pada hukum UEA.

Selain penjara, mereka yang terlibat menghadapi denda sekitar £ 1.000 karena melanggar undang-undang kesusilaan publik di Uni Emirat Arab.***.  (ny/Sumber: zonapriangan.com)