press enter to search

Selasa, 20/04/2021 18:27 WIB

Pascasemburan Lumpur, Produksi Sumur Minyak Pertamina Tarakan Makin Deras

Redaksi | Rabu, 07/04/2021 15:06 WIB
Pascasemburan Lumpur, Produksi Sumur Minyak Pertamina Tarakan Makin Deras Kilang Minyak Pertamina.

TARAKAN (Aksi.id) - Pascaterjadinya semburan lumpur dari Sumur PAM-235 milik Pertamina EP Field Tarakan, saat ini sudah bisa berproduksi kembali secara normal. Bahkan produksinya meningkat pasca semburan.

Hal tersebut disampaikan Krisna, General Manager Zona 10 Regional 3 Pertamina Sub Holding Upstream. Peningkatan produksi terjadi dari mulanya 7 barel per hari (bph) menjadi 19 bph.

"Setelah sumur PAM-235 diproduksikan kembali, terdapat peningkatan produksi dari semula 7 barel per hari menjadi 19 barel per hari. Kami harapkan setelah ini ada peningkatan produksi kembali bagi Field Tarakan," ungkapnya dalam keterangan resminya, Rabu, (7/4/2021).

Menurutnya tim tanggap darurat saat ini tengah fokus pada monitoring aktivitas sumur dan pembersihan sekitar sumur PAM-235. Paralel, tim tanggap darurat terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

"Untuk tidak beraktivitas berdekatan dengan sumur, fasilitas produksi, dan wilayah kerja operasional migas," paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini tim telah melakukan prosedur gas test di sekitar area sumur untuk memastikan tidak adanya resiko keselamatan. Hasil dari pengukuran kandungan gas menunjukkan 0% atau aman dari gas berbahaya dan beracun.

Sebelumnya, Natural flow atau semburan sumur terjadi sejak Minggu (04/04/2021), pukul 13:15 WITA.

Pada pukul 14:00 WITA, tekanan dari dalam sumur sempat meningkat, lalu tim tanggap darurat Field Tarakan langsung bergerak menangani di lokasi, sampai flow berangsur menurun.

Field Tarakan merupakan salah satu lapangan yang dikelola Pertamina Sub Holding Upstream dan termasuk ke dalam Zona 10.

Dan produksi Field Tarakan, untuk minyak berada di angka 1.848 bph. Sedangkan produksi gas berkisar di angka 2,14 juta standar kaki kubik per hari. (ds/sumber CNBC News Indonesia)

Artikel Terkait :

-