press enter to search

Sabtu, 25/05/2024 18:22 WIB

Korlantas Polri Bersama Kemenhub dan Jasa Marga Siapkan Strategi Hadapi Kepadatan Mudik Nataru

Redaksi | Rabu, 19/12/2018 15:53 WIB
Korlantas Polri Bersama Kemenhub dan Jasa Marga Siapkan Strategi Hadapi Kepadatan Mudik Nataru Foto : Ilustrasi

SEMARANG (Aksi.id) – Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan dan PT Jasa Marga usai pengecekan lapangan jalan tol Trans Jawa menyiapkan segala strategi untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas saat arus mudik serta balik saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018/2019.

“Setidaknya ada beberapa ruas yang akan menjadi perhatian khusus Polri dan pihak terkait untuk mengantisipasi kepadatan yang terjadi. Mulai dari Tol Cikampek, Cipali dan Tol Semarang-Batang, dan ruas Tol Salatiga-Kartasura,” kata Kakorlantas Polri, Irjen Pol Refdi Andri di Semarang, kemarin.

Oleh karenanya, Kakorlantas meminta kepada seluruh masyarakat yang mudik, untuk tetap menjaga keselamatan dan kesehatan saat berkendara.

Menurut Irjen Refdi, mengutamakan keselamatan jauh lebih penting dibandingkan kecepatan. Terlebih saat arus mudik Natal dan Tahun Baru.

“Jadilah pengemudi yang berkeselamatan jangan jadi pengemudi yang membahayakan. Apalagi pengemudi yang agresif dimana semua kejar waktu pendek,” ujar Refdi di Semarang, Selasa.

Irjen Refdi menambahkan, jalur Tol Trans Jawa rencananya akan dioperasikan saat arus mudik dan balik Natal dan Tahun Baru.

Oleh karenanya, masyarakat yang hendak menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur dari Jakarta dipastikan akan lebih cepat sampai tujuannya.

Kecepatan Bukan Utama

Meski begitu, dirinya menegaskan bahwa kecepatan bukanlah faktor utama yang harus dicapai oleh pemudik.

“Yang kami harapkan sampai ke ke semua masyarakat artinya kalau kecepatan dari Km 0 rerata 80-90 Km/jam tidak lebihi 100Km/jam lebih baik jangan perkirakan Km 0 sampai Surabaya 750 Km pengendara kharus sampai 12 jam itu tidak benar,” tekas Refdi.

“Demikian juga dari Km 0 sampai Semarang harus capai 5-6 jam itu juga tidak benar jadi aturlah waktunya istirahat baik perkirakan istirahat itu munculkan konsentrasi baru untk keselamatan,” tambah Refdi.(helmi/berbagai sumber/adinda)