press enter to search

Selasa, 18/05/2021 06:42 WIB

Libur Panjang, KAI Daop 7 Madiun Perpanjang Pemesanan Tiket KA Jarak Jauh

bondan | Rabu, 21/10/2020 15:47 WIB
Libur Panjang, KAI Daop 7 Madiun Perpanjang Pemesanan Tiket KA Jarak Jauh Foto: Ilustrasi

MADIUN (Aksi.id) - Dalam mengantisipasi lonjakan penumpang kereta api (KA) pada long weekend PT KAI Daop 7 Madiun memperpanjang masa pemesanan tiket KA jarak jauh.

Hal itu dilakukan mengantisipasi lonjakan pelanggan kereta api pada long weekend. yang dimulai 28 Oktober sampai 1 November 2020.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, tiket kereta api jarak jauh dan menengah sudah dapat dipesan sejak Selasa (20/10/2020) untuk keberangkatan sampai dengan pada 1 dan 2 November 2020 (khusus KA Argo Wilis).

“Long weekend kali ini telah kami sediakan sebanyak 26 perjalanan KA jarak jauh dan menengah ke semua tujuan yang melintas ataupun berangkat dari wilayah Daop 7 Madiun," ungkap Ixfan Hendriwintoko, Rabu (21/10/2020).

Sementara, total tempat duduk yang disiapkan sebanyak 43.606 seat.

Rinciannya, terdiri dari kelas eksekutif 12.894 seat dan kelas ekonomi sebanyak 30.712 seat.

Sampai saat ini, saat ini sisa seat yang tersedia secara keseluruhan masih 75 persen dari kapasitas seat tersedia. Kelas Ekskutif + Luxury 25 persen, Bisnis + Ekonomi 50 persen dari total seat tersedia.

Sedangkan KA reguler yang beroperasi setiap hari antara lain, KA Bima relasi Gambir-Surabaya Gubeng PP, KA Turangga relasi Bandung-Surabaya Gubeng PP, KA Sritanjung relasi Ketapang-Lempuyangan PP.

Lalu, ada KA Kahuripan Kiaracondong-Blitar PP, KA Matarmaja relasi Malang-Pasar Senen PP dan KA Jayakarta relasi Surabaya Gubeng-Jakarta Kota PP.
Sementara KA Brantas relasi Pasar Senen-Blitar, KA Gajayana relasi Gambir-Malang PP, KA Malabar relasi Bandung-Malang PP, KA Argo Wilis relasi Surabaya Gubeng-Bandung PP dan KA Wijayakusuma relasi Ketapang-Cilacap PP beroperasi pada hari-hari tertentu sesuai jadwal.

“KA Argo Wilis beroperasi setiap hari mulai Rabu (22/10). KA Wijayakusuma beroperasi setiap hari mulai tanggal 24 Oktober, kecuali Senin (26/10),” imbuhnya.

Bagi pelanggan yang akan naik kereta api, selain diharuskan mematuhi protokol kesehatan, juga diwajibkan untuk menunjukkan surat hasil Rapid Test, PCR/Swab test, dan atau surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh Puskesmas maupun Rumah Sakit.

"Bagi masyarakat yang merasa kurang enak badan, atau sedang sakit, diimbau agar menunda perjalanannya terlebih dahulu,” tutur Ixfan.

Bagi pelanggan yang belum memiliki/melakukan tes rapid sampai hari H keberangkatan, disediakan layanan tes rapid di beberapa stasiun dengan harga Rp. 85.000 sekali periksa.

Stasiun yang terdapat fasilitas layanan rapid tes yaitu, Stasiun Madiun, Stasiun Jombang, Stasiun Blitar dan Stasiun Kertosono.

“Protokol kesehatan yang diterapkan sangat ketat di kereta api, mulai dari pelanggan datang ke stasiun, saat di dalam kereta, hingga tiba di stasiun tujuan," kata dia.

"Ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa perjalanan dengan kereta api, selain nyaman dan aman, juga terjamin kebersihan dan kesehatannya. Juga untuk menurunkan resiko terjadinya penularan penyakit berbahaya,” lanjutnya.

Ixfan juga mengingatkan kepada para pengguna jalan yang melintas di wilayah Daop 7, pada Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dan Jalan, Pengemudi Kendaraan Wajib Mendahulukan Kereta Api serta Memberikan Hak Utama Kepada Kendaraan Yang Lebih Dahulu Melintasi Rel. (Tribunnews)