press enter to search

Sabtu, 15/05/2021 05:37 WIB

Keren, Sinergi Perdana Tol Laut, Angkutan Darat, dan Jembatan Udara untuk Pasok Logistik Nataru ke Papua

Dahlia | Rabu, 23/12/2020 23:10 WIB
Keren, Sinergi Perdana Tol Laut, Angkutan Darat, dan Jembatan Udara untuk Pasok Logistik Nataru ke Papua

MIMIKA PAPUA (aksi.id) - Keren, sinergi konektivitas multimoda antara Tol Laut, Darat, dan Jembatan Udara terwujud untuk pasok logistik di libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di 3T Papua.

Ya, Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mencatat prestasi di akhir tahun 2020,  yaitu dengan berhasilnya melakukan pengiriman logistik untuk kebutuhan Angkutan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) bagi masyarakat di wilayah Terpencil, Terdepan, Terluar dan Pedalaman (3TP) khususnya di pegunungan Papua.

Pengiriman barang kebutuhan guna menyambut Nataru ini diawali dengan memanfaatkan kapal tol laut KM. Maura Mas yang dioperatori PT Temas.

Kapal tersebut diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya 16 Desember 2020 dan tiba di Pelabuhan Pomako, Mimika, Papua Rabu (23/12/2020) dinihari pukul 01.50 WIT dan membongkar satu unit kontainer ukuran 20 feet.

Selanjutnya barang tersebut dikirim langsung ke wilayah Pegunungan di wilayah 3TP yaitu ke Wamena dan beberapa Kabupaten di Pegunungan Papua seperti Kabupaten Nduga, Kabupaten Puncak Jayawijaya, Kabupaten Mappi dan Kabupaten Tolikara melalui jalan darat dan jembatan udara atau pesawat.

Setiba di Pelabuhan Pomako, kedatangan kapal KM. Muara Mas disambut oleh Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Keamanan dan Kemaritiman, Mayjen TNI Mar (Purn) Buyung Lalana didampingi Danlanal Kabupaten Mimika, KUPP Pomako, para pejabat di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut dan pejabat Pemerintah Daerah setempat serta stakeholder terkait.

Menurut Buyung, penyelenggaraan angkutan ini merupakan Konektivitas Multimoda Transportasi Laut, Darat dan Udara Perdana di Indonesia dalam satu trip perjalanan dengan menggunakan Kapal, Trailer/Truck Kontainer dan Pesawat dan Kabupaten Mimika sebagai Pilot Project.

Hal itu mengingat kebutuhan masyarakat sangat tinggi pada Nataru dan disparitas harga masyarakat di beberapa pedalaman Papua khususnya di Pegunungan masih terjadi.

“Konektivitas multimoda ini merupakan buktinya dari upaya Pemerintah untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Pegunungan-Pegunungan pada daerah 3TP dan Program Strategis Nasional Presiden Joko Widodo terlayani sampai ke wilayah Pegunungan dan Distrik Distrik di wilayah Papua,” kata Buyung.

Keberhasilan itu berawal dari permintaan Pelayanan pengiriman Barang oleh Pelaku/Pengguna Jasa sebagai Consignee di Kabupaten Mimika dan Kabupaten Jayawijaya dengan menggunakan Kontainer dan di kirim langsung ke wilayah Pegunungan-Pegunungan di wilayah 3TP.

Hal itu dalam rangka memenuhi kebutuhan distribusi Logistik Nataru dengan menggunakan kewajiban pelayanan publik multimoda transportasi. 

Saat perjalanan Darat dilayanj Perum DAMRI Cabang Mimika dengan proses Haulage Trucking, Stripping dan Bongkar Muat dari Pelabuhan Pomako ke Gudang Kargo Bandara Moses Kilangin.

“Proses tersebut dilanjutkan dengan Jembatan Udara yaitu melalui angkutan Perintis dan Kargo menggunakan Pesawat Trigana Air Boeing 737 - 300 kapasitas 14 Ton ke Wamena dan angkutan Perintis dengan Pesawat Caravan untuk ke beberapa Distrik di wilayah pegunungan Kabupaten Mimika yaitu Awarnop, Alama dan Zila,” urai Buyung.

Pilot project ini diharapkan menjadi contoh implementasi tol laut di wilayah lain seperti Jayapura, Marauke dan Tarakan dengan harapan terjadi efektifitas dan efisiensi pembiayaan uang tambang dan bongkar muat.

"Terjadi efesiensi waktu pengiriman karena sinergisitas antarmoda," ungkap dia. Tak kalah penting adalah mendorong disparitas harga di wilaya pegunungan Papua. (omy)


Keyword Tol laut