press enter to search

Sabtu, 15/05/2021 05:40 WIB

Heran Kang Dede Kerap Berganti Keyakinan, Haris Pertama: Ini Manusia Pemecah Belah, Agama Dipermainkan

Redaksi | Sabtu, 10/04/2021 22:48 WIB
Heran Kang Dede Kerap Berganti Keyakinan, Haris Pertama: Ini Manusia Pemecah Belah, Agama Dipermainkan Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menyebut Kang Dede manusia pemecah belah karena mempermainkan agama. /Instagram/@harispertama

Aksi.id - Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama ikut menanggapi soal Komisaris Independen PT Pelni (Persero) Kristia Budiyarto alias Kang Dede yang kerap berpindah keyakinan.

Dalam sebuah foto yang diunggah Haris Pertama di akun Twitter pribadinya @knpiharis, dia membandingkan Kang Dede yang pada tahun 2015 mengaku sebagai Muslim dan dua tahun kemudian mengaku sebagai Katolik.

"Ini manusia pemecah belah rakyat Indonesia, agama dipermainkan. LAKNAT," cuitnya dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari akun Twitter resminya, Sabtu, 10 April 2021.

 

 

Dalam foto pertama, tertanggal 7 Juni 2015, Kang Dede mengaku sebagai Muslim dan menyebut bahwa dalam setiap kitab agama di dunia tidak ada yang mengajarkan untuk mencari kesalahan orang lain.

Ucapannya itu berangkat dari Presiden Joko Widodo yang kerap dicari-cari kesalahannya oleh masyarakat Indonesia seusai Pilpres 2014.

"Saya sebagai Muslim meyakini tidak ada satupun agama dalam kitab sucinya masing-masing yang mengajarkan untuk mencari-cari kesalahan orang lain," ucapnya.

Kemudian pada foto kedua, Kang Dede dengan jelas mengaku beragama Katolik

"Saya katolik kk, ndak mungkin saya menjelek-jelekkan pastor yang sangat dihormati pemenang Yap Tian Hiem Award. Saya ndak bisa sebutkan, yang jelas OPM sedang framing berita itu," tuturnya.

Tak hanya Haris Pertama, tokoh Papua Christ Wamea juga ikut menyoroti kelakuan Kang Dede yang membatalkan undangan ceramah beberapa ulama termasuk pengurus MUI pusat KH Cholil Nafis karena dianggap memiliki pemahaman radikalis.

Christ Wamea menyindir agama yang dianut Kang Dede. Dia menyebut bahwa agama Kang Dede  tidak jelas.

"Bocah ini agamanya tidak jelas kok menuduh ulama yang kompeten radikalisme," ujar Christ Wamea melalui akun Twitter pribadinya.

Christ Wamea menilai, di era kepemimpinan Jokowi banyak orang dengan mudah memberi stigma radikalis kepada mereka yang bersebrangan dengan pemerintah.

"Hanya pada rezim ini sangat terlalu mudah berikan stigma radikal kepada sesama anak bangsa," ucapnya

Perlu diketahui, Kang Dede sudah aktif mendukung Jokowi sejak Pemilihan Gubernur DKI Jakarta bersama Basuki Tjahaja Purnama.

Kang Dede kembali menjadi relawan Jokowi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan Pilpres 2019.

Pada masa Pilpres 2019 lalu, Kang Dede berperan sebagai salah satu koordinator tim media sosial Jokowi-Ma`ruf

Kang Dede yang terbilang populer di Twitter juga berperan sebagai buzzer pasangan Jokowi-Ma’ruf untuk mendulang suara para pengguna media sosial.

Selang enam tahu, Kang Dede ditunjuk sebagai Komisaris independen PT PELNI oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada 2 November 2020.

Namun, pasca kabar ditunjuknya Kang Dede sebagai Komisaris PT PELNI beredar di media sosial, banyak warganet menyampaikan keberatan mereka atas hal tersebut.

"Inna lillaahi… RIP Meritokrasi. Zaman Soeharto dulu nepotisme memang merajalela tapi masih mempertimbangkan kapasitas kapabilitas yang diangkat. Zaman Jokowi ini nepotismenya benar-benar BRUTAL dan tanpa malu-malu," tutur akun Twitter @PartaiSocmed.

Adapun cuitan di atas muncul karena Kang Dede adalah relawan Jokowi kesekian yang mendapat jabatan baru di masa pemerintahan Jokowi periode kedua ini.***. (pikiran rakyat.com)

Artikel Terkait :

-