press enter to search

Selasa, 18/05/2021 04:32 WIB

Cerita Ilmuwan Jepang Meneliti Khasiat Doa Pada Kristal Air

Dahlia | Rabu, 14/04/2021 04:37 WIB
Cerita Ilmuwan Jepang Meneliti Khasiat Doa Pada Kristal Air Masaru Emoto dan eksperimen air. Foto: umaniindivenire.org

Jakarta (aksi.id) - Masaru Emoto terkenal salah satunya karena eksperimen air yang menyebut kesadaran manusia dapat mempengaruhi struktur molekul air. Klaimnya ini menjadi viral dan kemudian menarik perhatian banyak orang untuk melakukan penelitian serupa.

Dihimpun detikINET dari berbagai sumber, Rabu (14/4/2021) sosok Masaru Emoto dikenal sebagai seorang pseudo-scientist. Ia merupakan seorang pria asal Negeri Sakura, Jepang.

Emoto lahir 22 Juli 1943 di Yokohama, Jepang, dan lulusan dari Yokohama Municipal University. Ia bekerja di Nagoya Office (Kantor Pusat Jepang) di Yomiuri Shimbun, kemudian mendirikan perusahaan International Health Medical pada tahun 1986.

Dia adalah President Emeritus of the International Water For Life Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Oklahoma City di Amerika Serikat. Pada tahun 1992 ia menjadi Doktor Pengobatan Alternatif di Universitas Internasional Terbuka untuk Pengobatan Alternatif di India.

 

Dr Masaru Emoto terkenal salah satunya karena eksperimen air yang menyebut kesadaran manusia dapat mempengaruhi struktur molekul air. Klaimnya ini menjadi viral dan kemudian menarik perhatian banyak orang untuk melakukan penelitian serupa.Profil Dr Masaru Emoto, ia adalah seorang pseudo-scientist. Ia merupakan seorang pria asal Negeri Sakura, Jepang.Dr Emoto lahir 22 Juli 1943 di Yokohama, Jepang, dan lulusan dari Yokohama Municipal University. Ia bekerja di Nagoya Office (Kantor Pusat Jepang) di Yomiuri Shimbun, kemudian mendirikan perusahaan International Health Medical pada tahun 1986.Eksperimen air lanjutan Masaru Emoto. Foto: zumusic.org

 

Dr Masaru Emoto terkenal salah satunya karena eksperimen air yang menyebut kesadaran manusia dapat mempengaruhi struktur molekul air. Klaimnya ini menjadi viral dan kemudian menarik perhatian banyak orang untuk melakukan penelitian serupa.Profil Dr Masaru Emoto, ia adalah seorang pseudo-scientist. Ia merupakan seorang pria asal Negeri Sakura, Jepang.Dr Emoto lahir 22 Juli 1943 di Yokohama, Jepang, dan lulusan dari Yokohama Municipal University. Ia bekerja di Nagoya Office (Kantor Pusat Jepang) di Yomiuri Shimbun, kemudian mendirikan perusahaan International Health Medical pada tahun 1986.Eksperimen air Masaru Emoto. Foto: zumusic.org

Ia merupakan seorang pengusaha dan penulis, karyanya sebagian besar tentang kekuatan air. Namun banyak orang yang skeptis terhadap karyanya walaupun banyak juga yang mendukung. Dr Emoto menghembuskan napas terakhir pada 17 Oktober 2014.

Melansir Mitte, pada 1990-an, Emoto melakukan serangkaian percobaan di mana air disimpan dalam berbagai botol yang masing-masing diberi label dengan pesan yang berbeda. Pesannya berkisar dari positif dan perhatian (terima kasih, cinta) hingga negatif (aku benci kamu, aku ingin membunuhmu), dan kemudian tetesan air dari botol-botol ini ditempatkan di irisan dan dibekukan untuk membentuk kristal seperti kepingan salju.

Temuannya sangat mencengangkan. Kristal yang terbentuk pada pesan positif ternyata lebih geometris dan estetis, sedangkan kristal yang dibentuk oleh air dengan pesan negatif memiliki bentuk yang kacau dan tidak seragam.

Emoto juga melakukan eksperimen lebih lanjut, misalnya dia memainkan Mozart dan musik heavy metal untuk sampel air dan menangkap gambar perbedaan antara dua kristal. Ada juga tangkapan gambar kristal air yang belum dibacakan doa dan sesudah dibacakan doa. Bentuk kristal airnya ternyata lebih bagus yang dibacakan doa.

Meskipun karyanya telah menimbulkan kontroversi di komunitas ilmiah dan menarik banyak orang yang skeptis, karyanya juga menemukan banyak penggemar dan pendukung. Hingga saat ini, jutaan eksemplar telah terjual dari seri buku Emoto Messages from Water (Bagian I, II, dan III), dan karyanya telah ditampilkan dalam film `What the Bleep Do We Know ?` Emoto juga sempat diundang untuk berbicara di depan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2003.

(lia/sumber:detik.com)

Artikel Terkait :

-