press enter to search

Sabtu, 15/05/2021 04:50 WIB

Cerita Warga Indonesia Puasa di Turki Saat Pandemi, Masjid Tidak Adakan Tarawih

Dahlia | Senin, 03/05/2021 20:21 WIB
Cerita Warga Indonesia Puasa di Turki Saat Pandemi, Masjid Tidak Adakan Tarawih Foto: ilustrasi

Jakarta (aksi.id) - Bulan suci Ramadhan identik dengan tarawih, kegiatan shalat sunnah yang dilakukan usai shalat Isya. Biasanya, tarawih dilakukan di masjid secara berjemaah.

Namun karena pandemi Covid-19, umat Muslim yang ingin tarawih di masjid dianjurkan untuk melakukannya di rumah guna menghindari kerumunan.

Bahkan beberapa negara meniadakan kegiatan shalat tarawih di masjid, salah satunya adalah Turki. Hal ini disampaikan pelajar dari Kahramanmaras Sutcu Imam University bernama Egis Putra Habsyi.

“Selama puasa di sini, sekarang tarawih cuma bisa di rumah saja karena di Turki sendiri, masjid tidak dibuka untuk tarawih,” kata dia dalam Instagram Live “Turknesian Talks! Berbagi Cerita Puasa Saat Pandemi di Turki” di akun Instagram @turknesia, Minggu (2/5/2021).

Meski masjid-masjid di sana menutup kegiatan tarawih untuk sementara waktu akibat pandemi, mereka tetap buka untuk shalat Jumat.

 

Hal yang sama juga dikatakan Fakhri Ziyad Mubarok, pelajar dari Ankara Yildirim Beyazit University dalam kesempatan yang sama.

Walaupun tarawih tidak bisa dilakukan di masjid, dia tetap berusaha untuk ke rumah ibadah untuk shalat zuhur atau asar.

“Tapi kalau untuk maghrib dan isya di rumah, plus tarawih sama teman saya. Turki sama Indonesia punya kesamaan, kayak mayoritas Islam dan banyak masjid,” jelas dia.

Ia melanjutkan, masjid di Turki begitu banyak ditemui. Jika sedang pergi, maka masjid dapat ditemukan dalam jarak yang tidak terlalu jauh satu sama lain.

Kalau untuk masalah keagamaan bisa dibilang mirip Indonesia,” tutur Ziyad.

Ada sistem gantian saat tarawih di rumah

Meski kegiatan tarawih dilaksanakan di rumah, Egis dan Ziyad membuatnya cukup berbeda karena masing-masing menerapkan sistem gantian.

Untuk Ziyad, sistem gantian diterapkan untuk imam. Sementara Egis, selain untuk imam, dia juga menjadwalkan kultum dengan teman-teman di rumahnya.

“Kita jadwalkan kultum. Misal hari ini jelaskan ini, besok ini. Kegiatan-kegiatan kayak gitu diprioritaskan di bulan Ramadhan. Gimana caranya kita pulang dari sini bisa mengimamkan, prakik apa yang kita dapat,” tutur Egis.

Selain menjadwalkan kultum secara gantian, ada juga diskusi kecil soal hukum-hukum najis dan hal-hal yang membatalkan puasa.

“Di kultum dibahas, kita sekalian diskusi. Seru juga ada pengetahuan baru, setiap orang punya pengalaman yang beda. Tukeran ilmu,” tutupnya.

 (lia/sumber:kompas.com)

 

 

 

 

Keyword Puasa di Turki

Artikel Terkait :

-