press enter to search

Sabtu, 15/05/2021 05:20 WIB

Korea Utara Sebut Vaksin Tak Pernah Jadi Obat Ampuh Covid-19

Dahlia | Rabu, 05/05/2021 04:20 WIB
Korea Utara Sebut Vaksin Tak Pernah Jadi Obat Ampuh Covid-19

Jakarta (aksi.id) Korea Utara menganggap vaksin bukanlah semata-mata formula yang ampuh menyembuhkan virus corona.

Melalui surat kabar pemerintah Rodong Sinmun, Pyongyang memperingatkan perjuangan dunia melawan virus corona masih panjang karena meski sudah ada vaksin, tingkat penularan corona di sejumlah negara justru malah memburuk.

Rodong Sinmun memaparkan banyak negara berlomba-lomba mengembangkan vaksin corona. Anti-virus Covid-19 itu juga dianggap sebagai secercah harapan bagi umat manusia yang dapat mengakhiri perang melawan "penyakit menakutkan" ini.

"Tetapi situasi di banyak negara dengan jelas membuktikan bahwa vaksin tidak pernah menjadi obat mujarab universal," tulis Rodong Sinmun dalam laporannya merujuk pada peningkatan penularan corona di luar Korut.

Dilansir Reuters, Korut lantas mendesak masyarakat bersiap menghadapi pandemi corona yang berkepanjangan ini. Menurut Pyongyang, pandemi ini seperti "kenyataan yang tidak terhindarkan."

Negara pimpinan Kim Jong-un itu juga mendesak warga untuk berupaya membantu memperkuat langkah menangkap virus corona dan tetap menumbuhkan loyalitas kepada negara.

Hingga kini, Korut belum mengonfirmasi penularan virus corona di negaranya. Meski begitu, pejabat Korea Selatan mengatakan bahwa penularan virus corona di Korut tidak bisa dikesampingkan lantaran negara itu berbatasan langsung dengan China.

Virus corona pertama kali muncul dan menyebar dari China.

Korut diharapkan menerima hampir dua juta dosis vaksin corona buatan AstraZeneca pada paruh pertama tahun ini. Jutaan vaksin itu didapat Korut melalui program aliansi kerja sama global pengadaan vaksin COVAX.

Namun, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Korut, Edwin Salvador, mengatakan pengiriman pasokan vaksin itu ditunda karena kekurangan pasokan.

Salvador juga menuturkan Korut sedang menyelesaikan persyaratan teknis yang diperlukan untuk menerima dosis vaksin tersebut tanpa menjelaskan lebih lanjut.

(lia/sumber:cnnindonesia.com)

Artikel Terkait :

-