press enter to search

Selasa, 22/06/2021 18:48 WIB

Debat Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Vs Wali Kota Medan Bobby Nasution Terkait Penanganan Corona

Redaksi | Jum'at, 07/05/2021 09:28 WIB
Debat Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Vs Wali Kota Medan Bobby Nasution Terkait Penanganan Corona Guburnur Sumut Edy Rahmayadi.

MEDAN (Aksi.id) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi beberapa kali berdebat dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam sebulan terakhir. Debat Edy Rahmayadi vs Bobby Nasution terkait dengan penanganan Covid-19 di Kota Medan.

Hubungan keduanya memanas saat Edy menyentil Bobby tentang Kesawan City Walk. Edy menilai pusat kuliner yang digadang-gadang sebagai The Kitchen of Asia itu tak menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan baik.

Edy meminta Bobby mengikuti aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Dia juga ingin Kesawan City Walk tutup jam 22:00 WIB setiap hari.

"Ada hal yang harus kita perhatikan. Saya tak berharap seperti yang terjadi di India. Rakyatnya 89 persen terpapar. Pada saat kondisi ekonomi kita lemah, kalau kita terpapar, maka cost (biaya) terlalu tinggi," ucap Edy pasa Rapat Evaluasi Pelaksanaan PPKM Mikro di Sumatera Utara pada Rabu (21/4).

Bobby menjawab sindiran itu dengan terjun langsung ke lapangan. Bobby memastikan Kesawan City Walk beroperasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Mantu Presiden Joko Widodo itu bilang, kios-kios di Kesawan City Walk sudah menerapkan jaga jarak. Dia juga menyebut pengunjung yang datang ke pusat kuliner itu telah menerapkan protokol kesehatan.

"Ekonomi dan kesehatan harus berjalan beriringan," tulis Bobby pada akun Instagram resmi @bobbynst.

Adu mulut Edy Rahmayadi vs Bobby Nasution berlanjut pekan ini. Bobby menyatakan pihaknya tak tahu-menahu soal kebijakan Pemprov Sumut mengoperasikan lima tempat karantina pasien Covid-19.

Bobby menyebut ada lima tempat karantina berupa kantor pemerintahan ataupun hotel. Tempat-tempat itu digunakan untuk mengarantina warga yang baru pulang dari luar negeri.

"Masyarakat harus tahu itu agar masyarakat yang nantinya menginap di situ juga dapat informasi. Jangan pula nantinya dibilang sahur sama-sama berkumpul di situ," ucap Bobby, Kamis (5/5).

Edy menyatakan pemprov Sumut telah berkomunikasi dengan pelbagai pihak. Menurutnya, Satgas Penanganan Covid-19 Sumut pun telah menghubungi Pemkot Medan.

Mantan Pangkostrad itu heran Bobby bisa tidak tahu informasi tersebut. Edy berkata kerja penanganan Covid-19 dilakukan bersama. Menurutnya, Bobby seharusnya tahu informasi itu jika ikut bekerja.

"Itu kan team work, satu tim. Salah besar berarti dia. Kalau kurang dilibatkan, melibatkan diri, jangan merasa ini semua kurang. Kita sudah satu tahun ini merawat," tandas Edy. (ds/sumber CNNIndonesia.com)

Artikel Terkait :

-