press enter to search

Kamis, 24/06/2021 04:58 WIB

ART Perempuan yang Diberi Makan Tahi Kucing Ternyata Baru Setahun di Surabaya

Redaksi | Sabtu, 08/05/2021 15:50 WIB
ART Perempuan yang Diberi Makan Tahi Kucing Ternyata Baru Setahun di Surabaya EAS yang kini berada di Liponsos Keputih Surabaya.

SURABAYA (Aksi.id) - Nasib tragis dialami perempuan asal Jombang, EAS. Kedatangannya satu tahun lalu ke Surabaya untuk mengais rupiah berbuah petaka. Bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART), EAS diduga mengalami tindak penganiayaan dari sang majikan.

Hal tersebut berdasarkan temuan luka lebam pada sekujur tubuh perempuan yang diketahui berusia 45 tahun itu.

"Kita temukan banyak luka lebam di sekujur tubuhnya. Ya kita kaget, wong awalnya dia (EAS) diantar kesini itu katanya dia orang terlantar. Lha kok banyak luka lebam di tubuhnya," ujar Gianto, Kepala UPT Liponsos Keputih Surabaya, saat dikonfirmasi Basra, Sabtu (8/5).

Mengingat Liponsos merupakan tempat penampungan orang-orang terlantar, pihaknya pun tak menaruh curiga saat EAS diantar ke Liponsos.

"Dia (EAS) diantar hari Kamis kemarin. Kata yang ngantar dia ini orang terlantar, ya sudah kita terima saja. Pas kita periksa lha kok badannya banyak luka lebam," jelas Gianto.

Berdasarkan temuan luka lebam pada tubuh EAS tersebut, lanjut Gianto, pihaknya lantas menelusuri asal usul EAS. Dari pengakuan EAS diketahui jika yang bersangkutan berasal dari Jombang dan bekerja sebagai ART di Surabaya sejak satu tahun yang lalu.

"Dia bilang rumah majikannya di daerah Manyar. Kita agak kesulitan menelusuri tempat tinggalnya karena KTP yang bersangkutan juga katanya ditahan sama majikannya," papar Gianto lagi.

Meski demikian, dikatakan Gianto jika pihaknya tetap menelusuri rumah majikan EAS berbekal keterangan dari yang bersangkutan.

"Masih ditelusuri dia alamat majikannya di Manyar mana?" tukasnya.

Yang lebih trenyuh, dari pengakuan EAS jika yang bersangkutan mendapat perlakukan tak manusiawi oleh sang majikan dengan diberi makan tahi kucing.

"Katanya begitu (diberi makan tahi kucing)," imbuh Gianto.
Terkait luka lebam di tubuh EAS yang diduga sebagai luka bekas penganiayaan, dikatakan Gianto juga belum ada laporan ke pihak kepolisian.

"Belum ada (laporan ke polisi) cuma kemarin sempat ada dari pihak Polsek Sukolilo yang datang kesini. Kelanjutannya seperti apa juga belum tahu," ujar Gianto.

Dikatan Gianto, jika kini kondisi EAS berangsur membaik dan sudah bisa berjalan.
"Tadi pagi saya lihat dia sudah bisa jalan," simpulnya. (ds/sumber Kumparan.com)

Keyword ART Tai Kucing

Artikel Terkait :

-