press enter to search

Selasa, 22/06/2021 17:39 WIB

Polisi: Mau Berkompi-kompi di Kedungwaringin Tak Akan Bisa

Redaksi | Selasa, 11/05/2021 16:06 WIB
Polisi: Mau Berkompi-kompi di Kedungwaringin Tak Akan Bisa   Pemotor mudik membludak di Kedungwaringin Bekasi.

JAKARTA (Aksi.id) - Pos penyekatan di Kedungwaringin, Bekasi, dibanjiri oleh pemudik selama dua hari. Mereka nekat pulang ke kampung halamannya meski sudah disekat polisi.  Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, larangan mudik dan penyekatan tak bisa dilakukan secara efektif tanpa ada kesadaran masyarakat untuk tidak mudik. 

"Sebetulnya kita kembalikan ke masyarakat, mau seberapa berkompi-kompi (personel) pun di Kedungwaringin kalau tidak ada kesadaran untuk tidak mudik, tidak akan bisa," kata Sambodo di Polda Metro Jaya, Selasa (11/5).  Sambodo mengungkapkan masyarakat juga kerap menyampaikan berbagai alasan saat dilakukan proses penyekatan oleh petugas.

Mulai dari alasan sudah satu tahun tak mudik hingga alasan ada kerabat meninggal.  Dia mengatakan pihaknya juga tak bisa serta merta memaksa pemudik untuk putar balik. Sebab, upaya persuasif tetap dikedepankan. 

"Mereka juga tidak mungkin kita paksa, dorong karena mereka bukan pengunjuk rasa, jadi tetap malam itu kita lakukan dengan persuasif dan sebagainya," ujarnya.  Sambodo mengatakan kebijakan diskresi untuk meloloskan pemudik di pos penyekatan Kedungwaringin pun mau tak mau harus diambil.  Sebab, jika dibiarkan antrean kendaraan terus mengular justru berpotensi menyebabkan ada kerumunan massa. 

Sambodo menyebut meski diloloskan, namun para pemudik itu tetap akan disekat di pos penyekatan berikutnya. Sehingga, pemudik tak bisa serta merta terus melanjutkan perjalanan ke kampung halaman. 

"Tidak sampe 1 km dari Kedungwaringin ada penyekatan di Karawang Tanjung Pura, enggak jauh masuk Subang sekat lagi, enggak jauh Cirebon sekat lagi. Jadi berlapis," tuturnya.  Sebelumnya, Polres Metro Bekasi menangkap empat pemudik roda dua yang dianggap menjadi provokator penjebolan barikade penyekatan mudik di Kedungwaringin pada Selasa (11/5) dini hari.  Peristiwa itu bermula saat para pemudik diminta untuk putar balik karena tidak bisa menunjukkan persyaratan perjalanan ke luar daerah. Mereka kemudian berkumpul di bahu jalan arah Jakarta meski sudah diminta petugas untuk kembali pulang ke rumah. 

Namun, permintaan petugas tak dihiraukan dan mereka justru membunyikan klakson hingga berteriak agar semua pemudik memutar arah menuju ke kampung halamannya.  "Keempat orang yang diamankan menjadi provokator para pemudik agar mau menerobos barikade petugas di titik penyekatan ini," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan di Kedungwaringin. (ds/sumber Antaranews.com/CNNIndonesia.com)