press enter to search

Selasa, 22/06/2021 17:30 WIB

Jelang Keberangkatan KRL Terakhir, Stasiun Manggarai Ramai

Dahlia | Jum'at, 14/05/2021 22:43 WIB
Suasana Stasiun Manggarai saat Jumat (14/5/2021) malam.

JAKARTA (aksi.id) - Stasiun transit Manggarai, pada Jumat (14/5/2021) malam, masih dipenuhi oleh penumpang yang hendak menuju ke berbagai daerah tujuan di Jabodetabek. 

Beberapa rangkaian di stasiun tersebut sudah mengakhiri perjalanan, karena pelayanan KRL saat larangan mudik 6-17 Mei, hanya tersedia hingga pukul 20.00. 

Pantauan BeritaTrans.com dan aksi.id, di Peron stasiun tersebut masih dipenuhi beberapa peumpang. Salah satunya peron nomor empat tujuan Cikarang atau Bekasi. Penumpang di peron tersebut telah turun dari rangkaian yang sebelumnya mengarahkan mereka untuk transit. Terdapat pula penumpang yang hanya naik dari stasiun Manggarai saja. 

Stasiun Manggarai tersedia beberapa jalur KA dengan tujuan Bekasi/Cikarang, Tanah Abang, Bogor, JakartaKota, dan Duri. Stasiun juga memberangkatkan kereta bandara. 

Moda transportasi mudah, murah dan paling efiseien menjadi pilihan banyak warga. Sehingga staisun masih KRL tetap ramai meski beberapa aturan ditepakan oleh pihal KAI Commuter, salah satunya pembatasan jam naik KRL bagi anak-anak dan lansia, juga pembatasan jumlah tempat duduk dan juga dilarangnya saling berdekatan atau saling berbicara. 

Saat KRL yang BeritaTrans.com naiki KRL beberapa saat sebelum rangkaian terakhir yang ke arah Bekasi, suasana di dalam rangkaian itu terasa lengang. Rangkian terisi dengan jaga jarak. Terlihat hanya beberapa orang yang berdiri karena kursi yang tersedia hanya boleh diisi sesuai tanda. 

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, saat mengunjungi stsiun ini, mengkritik PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tidak profesional dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Hal itu, terkait dengan penumpang KRL Jabodetabek yang tepantau masih berdesak-desakan.  

Dalam kunjungan tersebut, Budi Karya menyampaikan beberapa masukan yang harus dibenahi PT KCI dalam mengelola transportasi KRL di wilayah aglomerasi.  

Salah satu masukan Menhub adalah penerapan prokes menjaga jarak, yang masih belum dijalankan secara maksimal. Pasalnya, Budi Karya menemukan masih ada penumpang yang beredesak-desakan. Tak hanya itu, ada beberapa kereta yang tidak dijaga oleh petugas.(fahmi)