press enter to search

Kamis, 24/06/2021 04:44 WIB

Muhammadiyah Berharap Pemerintah Indonesia Dorong PBB Beri Sanksi ke Israel

Redaksi | Senin, 17/05/2021 09:27 WIB
Muhammadiyah Berharap Pemerintah Indonesia Dorong PBB Beri Sanksi ke Israel Haedar Nashir.

JAKARTA (Aksi.id) - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berharap pemerintah Indonesia bisa mendorong dunia internasional dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) agar bertindak tegas memberikan sanksi bagi Israel.

"Karena itu kami harapkan Indonesia terus mengambil prakarsa aktif dalam mendorong dunia internasional khususnya negara-negara Arab dan PBB agar bertindak tegas memberi sanksi terhadap Israel, serta menghentikan ekspansi dan kekejaman Israel terhadap bangsa dan negara Palestina," kata Haedar dalam keterangan resmi yang dikutip dari situs resmi Muhammadiyah, Senin (17/5).

Haedar sendiri mengapresiasi sikap tegas Indonesia dalam membela Palestina dan mengutuk tindakan brutal Israel.

Muhammadiyah dan rakyat Indonesia, kata dia, senantiasa membela dan mendukung sepenuhnya perjuangan rakyat Palestina. Hal itu demi tegaknya kedaulatan Palestina yang bebas dari segala bentuk kesewenang-wenangan Israel.

"Muhammadiyah juga mengutuk keras serangan Israel yang penuh kekejaman dan nafsu ekspansi neokolonialisme," kata Haedar.

Lebih lanjut, Haedar menjelaskan serangan membabi-buta yang dilakukan Israel belakangan ini dikarenakan Israel tidak pernah memperoleh kendali dan hukuman dari dunia internasional khususnya Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Justru sebaliknya, Israel seperti terkesan dibiarkan dan dilindungi.

Haedar juga meminta agar dunia internasional jangan diam dan harus mengambil langkah tegas. Israel, kata dia, akan terus sewenang-wenang selama negara-negara yang tergabung dalam PBB tidak mengambil langkah tegas.

"Karena itu dunia internasional khususnya PBB dan semua negara di dunia internasional yang cinta kemerdekaan abadi hendaknya bertindak tegas terhadap segala bentuk kesewenang-wenangan Israel, serta tidak boleh melindunginya," kata Haedar.

"Hentikan segala bentuk kekerasan, kekejaaman, tindakan pengusiran, dan genosida Israel terhadap bangsa Palestina," tambahnya.

Selain itu, Haedar menilai sudah sepatutnya tidak ada lagi pihak yang bertindak sewenang-wenang terhadap pihak lain di era dunia modern saat ini. Terlebih, terhadap bangsa dan negara yang sah yaitu Palestina.

Praktik penjajahan dan penindasan sudah harus dikubur dalam-dalam di era dunia modern yang menjunjung tinggi kemerdekaan, kebebesan, dan hak dasar manusia untuk hidup di bumi ciptaan Tuhan.

"Seluruh dunia yang prodemokrasi, hak asasi manusia, serta anti kekerasan dan peperangan mesti bangkit bersama menghentikan segala bentuk ekspansi dan serangan bersenjata oleh satu negara atau pihak terhadap negara dan pihak lain yang berhak untuk kemerdekaan, kebebasan, dan perdamaian di muka bumi," kata dia.

Sebelumnya, ketegangan di Jalur Gaza semakin memanas belakangan ini. Reuters melaporkan korban tewas di Gaza melonjak menjadi 181 jiwa termasuk 52 diantaranya adalah anak-anak. Jumlah ini merupakan akumulasi dari hasil pertempuran di Jalur Gaza yang meletus sejak Senin lalu.

Presiden Jokowi sendiri sudah mengutuk kekerasan Israel tersebut dan meminta penghentian agresi sambil melobi sejumlah kepala negara.

Diketahui, upaya pemberian sanksi terhadap Israel atas agresi-agresinya kepada Palestina lewat Resolusi PBB di masa sebelumnya selalu kandas akibat veto dari Amerika Serikat, sekutu dekatnya. (ds/sumber CNNIndonesia.com)

Artikel Terkait :

-