press enter to search

Selasa, 22/06/2021 17:57 WIB

Diaz Hendropriyono Disebut Terlibat Penembakan Laskar FPI: Rizieq Makin Berisik Aja

Redaksi | Jum'at, 11/06/2021 06:09 WIB
Diaz Hendropriyono Disebut Terlibat Penembakan Laskar FPI: Rizieq Makin Berisik Aja Diaz Hendropriyono. ©2019 Merdeka.com
 Aksi.id - Mantan pemimpin FPI Muhammad Rizieq Syihab menuding Diaz Hendropriyono terlibat dalam pembantaian 6 laskar FPI pada 7 Desember 2020. Hal tersebut disampaikan dalam nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (10/6). Kabar tersebut pun langsung ditepis oleh Diaz.

"Ya enggak-lah," tegas Diaz kepada merdeka.com, Kamis (10/6).

Menurut Diaz pernyataan Rizieq mengada-ngada. Dia pun menilai tudingan tersebut tidak jelas dari mana asalnya.

"Rizieq makin berisik aja ngomong kok kemana-mana," katanya.

Sebelumnya diketahui, Rizieq mengaku tidak kaget dituntut enam tahun penjara dalam perkara di Rumah Sakit Ummi, Bogor, Jawa Barat. Hal ini dikatakan Rizieq dalam nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (10/6).

"Saya tidak kaget dengan tuntutan sadis JPU untuk memenjarakan saya selama 6 tahun, sebab sejak awal rekayasa kasus ini sudah sangat nyata dan kasat mata," kata Rizieq, Kamis (10/6).

Apalagi, kata Rizieq, saat pertama kali ditahan dalam kasus kerumunan Petamburan pada 12 Desember 2020 lalu, salah satu staf presiden bidang Intelijen Diaz Hendropriyono, disebut Rizieq, memberikan isyarat kepadanya melalui media sosial. Rizieq pun menuding Diaz Hendropriyono diduga terlibat dalam pembantaian 6 laskar FPI pada 7 Desember 2020.

"Apalagi saat pertama kali saya ditahan dalam kasus kerumunan Petamburan, pada tanggal 12 Desember 2020 salah satu Staf Presiden Bidang Intelijen Diaz Hendropriyono yang diduga kuat terlibat dalam pembantaian 6 laskar pengawal saya pada tanggal 7 Desember 2020, langsung memposting pesan singkat dalam akun Instagram dan Twitter resminya dengan bunyi `Sampai Ketemu di 2026`," kata Rizieq.

"Diaz sebagaimana ayahnya AM Hendropriyono masih belum puas dengan pembantaian 6 Laskar pengawal saya, sehingga masih terus mengejar agar saya dihukum berat," sambungnya.

Selain itu, Rizieq mengungkapkan, jika salah seorang yang dianggap sebagai buzzer bayaran istana yakni Denny Siregar telah memposting adanya perintah penahannya.

"Bahkan buzzer RP bayaran istana yang selama ini kebal hukum, berkali-kali dilaporkan tapi tidak pernah diproses, yaitu Denny Siregar yang telah memposting cuitan lebih vulgar lagi, yaitu mengakui adanya perintah langsung dari atas untuk habisi saya," ungkapnya.

"Sebenarnya doi awal-awal masih berkelit untuk enggak mau datang ke polis. Tapi tiba-tiba dengan perintah yang mengerikan `habisi aja kalau dia enggak mau datang. Kita capek nunggunya. Ini perintah dari atas langsung," cuitan Denny yang disebut Rizieq.

Menurutnya, jika cuitan itu memang benar, ada sebuah rekayasa dalam kasus yang menjeratnya tersebut.

"Jika cuitan ini benar, maka berarti memang ada rekayasa kasus saya dari penyidik kepolisian, namun jika cuitan ini tidak benar, maka berarti fitnah terhadap polisi yang mestinya Denny Siregar diproses dan ditangkap. Faktanya Denny Siregar dibiarkan hingga saat ini, sehingga cuitannya tersebut menimbulkan berbagai asumsi negatif terhadap Institusi Kepolisian bahkan terhadap Istana Presiden," jelasnya.

"Belum lagi cuitan-cuitan hinaan dan fitnah lainnya yang dipropagandakan oleh para Buzzer Rp seperti Abu Janda, Ade Armando, Eko Kuntadi, Guntur Romli, dan lainnya, serta akun-akun jahat kaki tangan Oligarki Anti Tuhan seperti akun @digembook dan lainnya," sambungnya.

Ia beranggapan, semuanya itu diyakini adanya Operasi Intelijen Hitam Berskala Besar dengan target Rizieq serta keluarga.

"Kesemuanya ini semakin meyakinkan bahwa memang di sana ada Operasi Intelijen Hitam Berskala Besar untuk menarget saya dan keluarga serta kawan-kawan," ucapnya.   (ny/Sumber:Merdeka.com)