press enter to search

Selasa, 22/06/2021 18:04 WIB

Syeikh As-Sudais Copot Direktur Departemen Urusan Imam dan Muazin Masjid Nabawi, Ada Apa?

Redaksi | Jum'at, 11/06/2021 16:56 WIB
Kepala Presidensi Urusan Umum Dua Masjid Suci, Syeikh As-Sudais.

MADINAH (Aksi.id) - Gegara Salat Subuh telat 30 menit, Kepala Presidensi Urusan Umum Dua Masjid Suci, Syeikh Abdul Rahman As-Sudais mencopot Direktur Departemen Urusan Imam dan Muazin di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

Pencopotan juga dilakukan terhadap Wakil Sekretaris Departemen Urusan Imam dan Muazin di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.
Melansir laman saudi.in-24 com disebutkan, Syeikh As -Sudais yang juga imam Masjidil Haram, Mekah, ini kemudian menugaskan pejabat di bidang pembinaan untuk mengawasi dan merestrukturisasi administrasi.

As -Sudais menilai pencopotan itu dikarenakan kedua pejabat itu dinilai lalai menjalankan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

Dia juga menekankan pada semua jajarannya untuk bekerja dengan tekun, mengusir kemalasan dan kelalaian. Semua tindakan yang diperlukan akan diambil untuk meminta pertanggungjawaban dari mereka yang lalai.

Namun sayangnya Syeikh As -Sudais tidak merinci dan menjelaskan kelalaian yang menyebabkan dua pejabat itu digeser.

Namun melansir Haramain Sharifain menjelaskan alasannya yakni kelalaian itu adalah kegagalan pejabat tersebut segera menunjuk imam pengganti untuk Salat Subuh di Masjid Nabawi selama nyaris satu jam setelah azan berkumandang. Salat Subuh berjamaah di Masjid Nabawi pun tertunda hingga lebih 30 menit.

 

Akibatnya, Syeikh As-Sudais kini membuat prosedur baru yakni memerintahkan Departemen Imam dan Muazin di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk menyiapkan dua imam dalam setiap pelaksanaan salat wajib lima waktu.

Maksud dari prosedur itu yakni menyiapkan seorang imam utama serta seorang imam cadangan bila imam utama berhalangan. Bukan itu saja juga prosedur baru disiapkan 3 muazin untuk setiap azan salat dan iqamah. (ds/sumber Okezone.com)