press enter to search

Kamis, 23/05/2024 11:08 WIB

Mochtar Mohamad: AHY- Ahmad Heryawan Berpeluang Duet di Pilpres 2024

Redaksi | Jum'at, 28/10/2022 09:19 WIB
Mochtar Mohamad: AHY- Ahmad Heryawan Berpeluang Duet di Pilpres 2024 Mochtar Mohamad.

JAKARTA (Aksi.id) - Pertemuan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beberapa waktu lalu belum membuahkan hasil mengenai pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Keputusan mengenai calon wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan kemungkinan baru akan diputuskan setelah pertemuan antara Surya Paloh dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu digelar.

Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar Puan (LGP) Mochtar Mohamad menilai, Surya Paloh tampaknya hanya ingin mendapatkan efek ekor jas yakni, dengan mengusung Anies diharapkan Nasdem lolos parliamentary threshold 4%, tanpa berpikir keselamatan Partai Demokrat dan PKS.

"Tekad AHY untuk capres dan PKS untuk cawapres selama ini belum pernah terwujud. Mungkin saatnya sekarang terwujud dalam kepemimpinan Ahmad Syaiku," ujarnya, Kamis (28/10/2022).

Mochtar menyebut, dengan jumlah 54 kursi yang dimiliki Demokrat dan 50 kursi yang dimiliki PKS serta 19 kursi PPP maka jika ditotal mencapai 123 kursi. Jumlah ini dinilai cukup mengusung AHY sebagai capres dan Aher sebagai cawapres.

”Agar poros tersebut bisa mulus perlu peran kabinet Jokowi agar koalisi pemerintah bisa menghasilkan empat poros pasangan capres-cawapres 2024,” ucapnya.

Keempat poros tersebut antara lain, poros pertama PDIP 128 kursi, poros kedua Partai Gerindra 78 kursi dan PKB 58 kursi total 136 kursi.

Kemudian, poros ketiga Partai Golkar 85 kursi dan PAN sebanyak 44 kursi sehingga totalnya 129 kursi.

Terakhir, poros keempat Partai Demokrat sebanyak 54 kursi, PKS 50 kursi, dan PPP 19 kursi, sehingga totalnya 123 kursi "Keseriusan formasi ini tentu diawali dengan penguatan Kabinet Jokowi untuk mereshuffle 3 menteri dari Nasdem diganti dengan anggota kabinet poros keempat yakni Demokrat, PKS dan PPP,” katanya.

Konsensus politik, kata dia, bisa dibangun dari 4 poros ini, siapa pun pemenangnya semua berkomitmen melanjutkan tahapan pembangunan yang sudah dirintis oleh Presiden Jokowi.

"Komitmen ini akan kokoh kalau semua partai atau paslon menjadi bagian kabinet 2024 sehingga etika politik terjaga, bersaing secara objektif jauh dari black campaign dan negative campaign yang bermuara ke perpecahan bangsa. Dengan konfigurasi seperti ini maka potensi partai-partai di koalisi pemerintah akan dapat lolos ke senayan," ucapnya. (ds/sumber Sindonews.com)

Keyword Berpeluang Duet

Artikel Terkait :

-