press enter to search

Minggu, 19/05/2024 14:56 WIB

BMKG soal Gempa Malang Magnitudo 5,1, Dimutakhirkan Jadi M 4,8

Redaksi | Selasa, 17/01/2023 14:16 WIB
BMKG soal Gempa Malang Magnitudo 5,1, Dimutakhirkan Jadi M 4,8 Ilustrasi.

JAKARTA (Aksi.id) - Gempa bumi mengguncang wilayah Malang, Jawa Timur, pada Selasa, 17 Januari 2023 pukul 11:36:12 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 4,8.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,14°LS ; 112,48°BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 111 Km arah Barat Daya Kab-Malang, Jawa Timur, pada kedalaman 65 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi intraslab kedalaman menengah, akibat deformasi pada batuan dalam Lempeng Samudera Indo-Australia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault )," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono kepada wartawan, Selasa (17/1/2023).

Dia mengungkapkan, gempa Malang ini berdampak dan dirasakan di daerah Karangkates, Sumbermanjing Wetan dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Kepanjen, Lumajang, Malang, dengan skala intensitas II-III MMI. (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Selain itu juga di daerah Badung, Blitar, Trenggalek, Pacitan, Bondowoso dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa Malang ini tidak berpotensi tsunami," kata dia.

Hingga pukul 12.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

 

"Masyarakat juga agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," demikian Daryono menandaskan. (ds/sumber Liputan6.com)