press enter to search

Senin, 17/06/2024 04:24 WIB

Indonesia Jadi Negara dengan Tubuh Terpendek, Apa Penyebabnya?

Redaksi | Rabu, 22/02/2023 16:08 WIB
Indonesia Jadi Negara dengan Tubuh Terpendek, Apa Penyebabnya? Ilustrasi tinggi badan anak.(Freepik/ jcomp)

Aksi.id - Indonesia menjadi negara dengan tubuh terpendek di dunia menurut organisasi independen World Population Review (WPR). Dilansir dari laman resmi WPR, Rabu (22/2/2023),

Indonesia berada di peringkat pertama sebagai negara dengan tubuh terpendek.

Tercatat, rata-rata tinggi badan orang indonesia adalah 157 cm.

Disusul oleh Bolivia yang 2 cm lebih tinggi, yakni 159 cm. Lalu, di posisi ketiga negara dengan penduduk terpendek di dunia adalah Filipina. Tinggi badan orang di negara tetangga Indonesia ini tercatat rata-rata adalah 161 cm.

Lantas, apa alasan Indonesia menjadi negara dengan tubuh terpendek di dunia?

Sejarah catat adanya Homo floresiensis

Dilansir dari Express, tinggi badan orang Indonesia berkaitan dengan sejarah negara tersebut. Berdasarkan sejarah, manusia pendek pernah ditemukan di salah satu pulau yang berada di Indonesia.

Manusia pendek yang hanya memiliki tinggi badan 1 meter tersebut hidup di Flores, sekitar 18.000 tahun lalu.

Manusia purba berukuran kecil itu disebut sebagai Homo floresiensis.

Awalnya, Homo floresiensis ditemukan oleh Peter Brown dan Mike J. Morwood bersama dengan tim dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, September 2003.

Sisa-sisa fosil Homo floresiensis ditemukan di Gua Liang Bua, Flores.

Adapun fosil yang ditemukan berupa tengkorak manusia purba yang berukuran sangat mungil.

Alasan Homo floresiensis bertubuh kecil

Alasan homo floresiensis bertubuh pendek masih menjadi kontroversi.

Dilansir dari Kompas.com (2021), tim ilmuwan yang meneliti Homo floresiensis mengatakan bahwa manusia purba ini merupakan keturunan spesies Homo erectus yang hidup di Asia Tenggara satu juga tahun lalu.

Seleksi alam disebut menjadi penyebab mengapa tubuh keturunan mereka kian menyusut.

Anggapan itu muncul berdasarkan penemuan peralatan yang digunakan oleh Homo erectus di sekitar fosil Homo floresiensis. Ditemukan juga fosil gajah purba yang berukuran kecil.

Hal ini menguatkan hipotesis para ilmuwan soal manusia purba di Flores yang menyesuaikan diri dengan habitatnya dengan cara berubah bentuk menjadi lebih kecil.

Sementara itu, Teuku Jacob, seorang antropolog, memiliki hipotesis yang berbeda.

Jacob mengatakan bahwa Homo floresiensis adalah nenek moyang orang-orang Flores yang menderita penyakit microcephalia, yaitu memiliki tengkorak dan otak kecil.

Penyakit tersebut juga ditemukan pada beberapa penduduk di sekitar Gua Liang Bua.

Penyakit inilah yang dianggap menjadi penyebab manusia purba di Flores menjadi kecil.

Asal-usul nenek moyang Indonesia

Dikutip dari The Conversation, penelitian tentang genom manusia menemukan bahwa semua orang Indonesia adalah pendatang.

Orang Indonesia adalah campuran dari berbagai kelompok genetik Homo sapiens yang melakukan migrasi dari Afrika ke Nusantara.

Ada tiga penanda genetik yang dapat digunakan untuk mempelajari migrasi manusia, yaitu kromosom Y, DNA mitokondira, dan DNA autosoma yang diwariskan oleh kedua orang tuanya.

Peneliti dari Institut Eijkman mengumpulkan dan menganalisis sekitar 6.000 sampel DNA dari berbagai wilayah di Indonesia.

Hasilnya, haplogroup orang Indonesia adalah M, F, Y2 dan B di Indonesia bagian barat. Di bagian timur Indonesia, haplogrup yang ditemukan adalah Q dan P.

Melalui penelitian multidisiplin yang menggabungkan penelitian genetika dengan arkeologi dan linguistik, nenek moyang orang Indonesia datang secara bergelombang.

Sejarah migrasi nenek moyang dimulai 72.000 tahun yang lalu ketika sekelompok Homo sapiens melakukan perjalanan ke selatan dari benua Afrika ke semenanjung Arab menuju India.
(ny/Sumber:Kompas.com)

Artikel Terkait :

-