press enter to search

Senin, 17/06/2024 05:57 WIB

Jokowi Dialog Anak Muda Papua: Saya Jadi Wali Kota dan Gubernur Dulu, Baru Naik Presiden

Redaksi | Selasa, 21/03/2023 15:54 WIB
Jokowi Dialog Anak Muda Papua: Saya Jadi Wali Kota dan Gubernur Dulu, Baru Naik Presiden Ilustrasi.

JAKARTA (Aksi.id) - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan dirinya tak ujug-ujug langsung menjadi presiden RI. Jokowi menyebut ada proses yang dilewatinya terlebih dulu seperti menjabat sebagai Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta.

Hal ini disampaikan Jokowi saat berdialog dengan salah satu anak muda Papua bernama Stella Riana saat meresmikan Papua Youth Creative Hub di Kota Jayapura, Papua, Selasa (21/3/2023). Awalnya, Stella menyampaikan keinginannya untuk beternak ayam.

"Sudah punya (ternak ayam)? Bayangannya ternak ayam seperti apa?," tanya Jokowi sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (21/3/2023).

"Bayangan saya ada 10.000 ekor (ayam)," jawab Stella.

Jokowi pun menyarankan agar Stella melakukan ternak ayam secara bertahap, dimulai dari 20 ekor terlebih dulu. Pasalnya, ada risiko kerugian apabila langsung beternak dengan jumlah yang besar.

"Punya dulu 20 ekor, meningkat jadi 300 ekor. Jangan langsung melompat nanti mati kayak (ternak) ikannya, repot nanti. Rugi gede banget itu hati-hati. Pelan-pelan, apa-apa itu perlu proses, pelan-pelan enggak mungkin langsung melompat," jelasnya.

"Saya pun jadi presiden enggak langsung lompat jadi presiden. Jadi wali kota 2 kali, gubernur sekali, baru naik jadi presiden," sambung Jokowi.

Dia pun mengingatkan Stella untuk berhati-hati dalam menekuni profesi sebagai peternak. Jokowi pun mengusulkan agar dimulai dengan 100 ekor ayam terlebih dahulu.

"Itu kalau kerja keras itu gampang untuk lompat dari 50 ke 1.000 ke 100.000, bukan sesuatu yang sulit, tapi butuh kerja keras," tutur Jokowi.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap agar semua anak-anak muda Papua tidak berpikir untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jokowi mengatakan, ada berbagai profesi dan pekerjaan yang dapat dijalani anak muda, selain PNS.

Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia akan memasuki bonus demografi pada tahun 2035, di mana sebagaian besar penduduk Indonesia berusia produktif. Dia menuturkan, 60 persen atau 2,6 juta penduduk Papua pada 2035 adalah anak-anak muda.

"Sehingga ini memerlukan wadah, memerlukan kesempatan kerja, memerlukan peluang kerja, dan jangan berpikir kita ini semua ingin jadi PNS," kata Jokowi saat meresmikan Papua Youth Creative Hub (PYCH) di Jayapura, Papua, Selasa (21/3/2023).

Dia pun senang anak-anak muda Papua menjalani berbagai bidang profesi. Mulai dari, fashion, fotografi, teknologi aplikasi, peternakan, hingga perikanan.

"Ini yang sangat bagus. Artinya, peluang-peluang itu diisi anak muda kita. Bahkan, tadi kita lihat Maria (anak muda Papua), tadi yang ternak ayam sudah memiliki 2.000 ayam lebih. 2.000 ayam lebih diternakkan oleh Maria," jelasnya.

Jokowi pun menyampaikan kekaguman dengan rampungnya pembangunan Papua Youth Creative Hub. Dia menilai creative hub ini mampu menampung berbagai macam kreativitas para anak-anak muda di Papua.

"Saya sangat kaget bahwa semuanya ada di PYCH ini. Dari mulai tadi masuk di pembuatan HP, pembuatan laptop, ada podcast, ada studio musik, ada studio untuk fotografi, dan juga memamerkan produk-produk yang ada di tanah Papua dengan kemasan dan packaging, dengan branding yang sangat bagus sekali," ujar dia.

"Ada desainer untuk pakaian-pakaian etnik Papua yang didesain, diberikan warna sehingga di situ betul-betul deferensiasinya kelihatan sekali. Saya sangat kagum atas kecepatan yang terjadi di sini (PYCH)," sambung Jokowi. (ds/sumber Liputan6.com)