press enter to search

Sabtu, 25/05/2024 17:29 WIB

Aplikasikan KPI, Sahabat Tino Siap Memenangkan Pemilu 2024 Secara Smart

Redaksi | Sabtu, 03/06/2023 11:39 WIB
Aplikasikan KPI, Sahabat Tino Siap Memenangkan Pemilu 2024 Secara Smart Foto:Istimewa

JEMBER (Aksi.id) - Popularitas dan elektabilitas bukan hal yang sama. Akan tetapi, senantiasa berkaitan dalam konteks politik.

Popularitas adalah tingkat keterkenalan tokoh atau organisasi/kelompok tertentu di mata publik. Popularitas bisa juga berarti sejauh mana atau seberapa banyak publik mengetahui tokoh atau suatu organisasi/kelompok tertentu.

Meski berkaitan dengan popularitas, elektabilitas merupakan tingkat keterpilihan suatu tokoh atau organisasi/kelompok tertentu.

Elektabilitas bisa juga diartikan sejauh mana masyarakat mau memilih tokoh atau suatu organisasi dengan berdasarkan wawasannya tentang tokoh atau kelompok tersebut.

Sebagai kelompok yang berada di tengah masyarakat, Sahabat Tino di Jember mengukur eksistensinya dengan indikator kerja menggunakan metode Data result KPI (Key Performance Indicator).

Diketahui, indikator kinerja atau indikator kinerja utama atau ukuran kinerja terpilih adalah metrik finansial ataupun non-finansial yang digunakan untuk membantu suatu organisasi menentukan dan mengukur kemajuan terhadap sasaran organisasi.

Data result KPI mencatat bahwa program Warung Kuning Sahabat Tino menjangkau viewers sebanyak 11766.

Pada kegiatan Blusukan di Nelayan Puger Kabupaten Jember dan mendukung Warung Kuning direspon oleh 1067 viewers. Sedangkan perhitungan KPI yang menyukai program Warung Kuning mencapai 106 orang

Saat warga Desa Puger Kecamatan Puger Kabupaten Jember menerima program Warung Kuning dari Sahabat Tino, viewers yang tercatat mencapai 1459.

Sahabat Tino dan Relawan Pesisir Pantai Puger Siap Dukung Airlangga Hartarto for Presiden 2024 menarik minat 515 viewers. Saat Sahabat Tino Nelayan Puger Kabupaten Jember mendukung GERAKAN BERKAH 3S diperoleh viewers sebanyak 1070.

Total sektor pergerakan Sahabat Tino dari perhitungan media promo KPI hanya bergerak di sektor ekonomi rakyat yang merambah masyarakat pengangguran dan wiraswasta.

Angka akumulasi di Dapil 6 pada dua kecamatan, Puger dan Kencong secara data yang menyukai dan respek terhadap kiprah Sahabat Tino sebanyak 2.376 konstituen. Di dapil 4 kecamatan Silo & Mayang Sahabat Tino disukai sebanyak 2.895 konstituennya.

Tino Cahyono selaku leader dari Sahabat Tino mengungkapkan, pengukuran kinerja kelompok yang dipimpinnya merupakan langkah untuk mengetahui manfaat atas eksistensi kelompoknya di masyarakat.

Tino lantas menjelaskan, manfaat dari KPI yang pertama adalah bisa menjadi dasar dan landasan untuk membantu para pemimpin organisasi melakukan evaluasi kinerja di setiap bidangnya atau secara individu.

Kedua, menjadi landasan untuk memberikan reward dan memotivasi tim kerjanya.

Ketiga, menjadi proses manajemen kongkrit yang bertujuan meningkatkan kinerja untuk memenuhi tanggung jawab dan tugas mereka.

Sedangkan keempat yakni menjadi kontribusi untuk melakukan evaluasi konstituen secara transparan.

Hal tersebut, masih kata Tino sesuai dengan tujuh karakteristik utama KPI yang terdiri dari, ukuran non financial/militan; ukuran yang sering digunakan; ukuran yang diketahui manajemen; Semua anggota organisasi atau komunitas sudah paham mengenai KPI; tanggung jawab kepada individu dan tim; Memiliki efek yang sangat signifikan; dan memiliki efek positif.

Tino lantas mengungkapkan jika perhitungan tersebut didapatkan secara sampling random di Daerah Pemilihan (dapil) 6 dan 4 Kabupaten Jember.

Tino juga mengungkapkan jika pengolahan data survey sebagai tolok ukur kinerja merupakan indikator jika Sahabat Tino adalah smart community.

Dengan demikian, Sahabat Tino bisa specific yang artinya punya objektif yang tidak terlalu lebar, spesifik pada target tertentu yang ingin dicapai.

Masih kata Tino, hal tersebut selaras dengan visi, misi, dan tujuan jangka panjang komunitas yang dipimpinnya sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

"Melalui KPI kinerja Sahabat Tino juga dapat diukur secara kuantitatif atau kualitatif (tapi diutamakan kuantitatif). Harapannya bisa attainable atau mencapai suatu target dengan masuk akal melalui ketersediaan sumber daya yang dimiliki," pungkas Tino.(fhm/jks)