press enter to search

Selasa, 16/12/2025 12:31 WIB

AirNav Indonesia Gandeng Universitas Telkom Kembangkan Aplikasi NOTAM Berbasis AI

Fahmi | Senin, 28/07/2025 13:47 WIB
AirNav Indonesia Gandeng Universitas Telkom Kembangkan Aplikasi NOTAM Berbasis AI Istimewa

TANGERANG (Aksi.id) - AirNav Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Telkom untuk mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan efisiensi dalam penyusunan dan publikasi Notice to Airmen (NOTAM).

Soft launching aplikasi tersebut digelar di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Senin (28/7/2025), sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan navigasi penerbangan yang lebih cepat, akurat, dan aman.

”Pengembangan aplikasi NOTAM berbasis AI ini menjadi salah satu bentuk keseriusan AirNav Indonesia menjalankan komitmennya dalam memberikan layanan navigasi penerbangan secara optimal dan efisien, dengan tetap mengedepankan unsur keamanan dan keselamatan di atas yang lain,” ungkap Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno, Senin.

Untuk diketahui, NOTAM merupakan pemberitahuan penting yang diterbitkan oleh AirNav Indonesia kepada seluruh pemangku kepentingan dalam dunia penerbangan, yang isinya menerangkan perihal kondisi atau perubahan fasilitas, layanan, prosedur, maupun potensi bahaya yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan.

”Kolaborasi AirNav Indonesia dengan Universitas Telkom ini juga menjadi contoh sinergi antara industri dan akademisi yang saling menguatkan,” lanjut Avirianto.

Dijelaskan, soft laiunching Aplikasi NOTAM AI dan Penandatanganan PKS antara Perum LPPNPI dengan Universitas Telkom tersebut merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya.

Dalam proses pengembangan aplikasi tersebut, AirNav Indonesia bersama Universitas Telkom merancang aplikasi NOTAM-AI yang memanfaatkan Large Language Model (LLM), yaitu model artificial intelligence yang digunakan untuk memahami dan menghasilkan bahasa manusia. LLM digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti pembuatan teks, penjawab pertanyaan, penerjemahan konten, dan pembuatan konten kreatif.

Pada penerapan aplikasi Notam-AI, LLM dimanfaatkan untuk menerjemahkan input dalam bahasa sehari-hari ke dalam format standar NOTAM yang sesuai dengan ketentuan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional ICAO.

”Jadi, setelah melalui berbagai tahapan pengembangan, mulai dari desain, pengujian, hingga evaluasi, aplikasi NOTAM-AI versi 1 ini akhirnya siap untuk digunakan oleh personel AirNav Indonesia dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, baik di kantor pusat maupun kantor cabang,” jelasnya.

Sebagai contoh, ketika petugas hendak menginformasikan melalui NOTAM terkait penutupan runway 07L/25R Bandara Soekarno-Hatta karena adanya pekerjaan overlay, petugas cukup melakukan input informasi tersebut ke dalam aplikasi dengan menggunakan bahasa sehari-hari. Selanjutnya, aplikasi NOTAM-AI akan mengubahnya ke dalam format NOTAM dengan bahasa yang spesifik dan singkat, menjadi RUNWAY 07L/25R CLSD DUE TO OVERLAY WIP.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Telkom, Adiwijaya, mengungkapkan kebanggaannya atas terealisasinya kolaborasi kedua institusi ini. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya mendukung kemajuan layanan navigasi penerbangan, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra inovatif dalam pembangunan bangsa berbasis teknologi dan riset.

”Kami sangat antusias dapat mendukung upaya AirNav Indonesia melalui penerapan kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh tim peneliti dan mahasiswa kami. Ini adalah wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital nasional, khususnya di sektor penerbangan yang strategis.” jelas Adiwijaya. (Fhm)
 


Artikel Terkait :

-