press enter to search

Sabtu, 21/04/2018 07:20 WIB

CMA CGM Operasikan Kapal 10.000 TEUs di Rute Pelabuhan Tanjung Priok-Los Angeles

Redaksi | Selasa, 10/04/2018 19:01 WIB
CMA CGM Operasikan Kapal 10.000 TEUs di Rute Pelabuhan Tanjung Priok-Los Angeles

JAKARTA (aksi.id) - Perusahaan pelayaran terbesar ketiga di dunia, CMA CGM, bakal membawa kapal kontainer berukuran 10.000 TEUs ke Pelabuhan Tanjung Priok pada akhir April 2018. Rencana ini sejalan dengan peningkatan permintaan dari pengguna jasa yang diklaim terus bertumbuh.

Presiden Direktur CMA CGM Indonesia Farid Belbouab mengatakan sejak April 2017 perseroan membuka rute pelayaran langsung dari Jakarta ke Los Angeles, AS.

Rute bernama JAX Services itu memungkinkan pengiriman kontainer lebih cepat, yakni 23 hari dibandingkan dengan rute tidak langsung selama 30 hari.

"Kami mulai dengan kapal 8.000 TEUs sejak tahun lalu dan hasilnya sangat sukses. Secara bertahap kami membawa kapal yang lebih besar, 9.000 TEUs lalu 10.000 TEUs, bahkan mendekati 11.000 TEUs," jelasnya selepas ANL Meet Customer di Jakarta, Senin (9/4/2018) malam.

ANL merupakan 1 dari 4 perusahaan pelayaran di bawah Grup CMA CGM yang melayani pengiriman kargo dari Indonesia ke Australia. Tiga perusahaan pelayaran lainnya yakni APL, dan CNC dan jenama CMA CGM itu sendiri.

Farid menuturkan pangsa pasar CMA CGM di Indonesia mencapai 15% dengan volume muatan 15.000 TEUs per minggu.

Menurut dia, kapal kontainer jumbo bakal membuat biaya pengiriman lebih murah dan rute JAX Services sejauh ini sangat diminati pengguna jasa.

Kedatangan kapal berukuran 10.000 TEUs nanti juga bakal menjadi tonggak baru karena akan menjadi kapal kontainer terbesar yang merapat di Tanjung Priok sepanjang sejarah.

Selain rute JAX Services, sejak Juli 2017 CMA CGM telah membuka rute ke Eropa Utara. Rute dengan nama East Asian-North Europe (SEANE) itu disebut diminati para pengusaha tekstil dan alas kaki karena mengurangi biaya dan waktu pengiriman.

Rute itu sekaligus menghubungkan langsung Indonesia dengan pasar Eropa.

Sejauh ini, muatan CMA CGM mengangkut beragam jenis barang. Farid menyatakan Indonesia sangat kuat dalam komoditas sumber daya alam.

Di samping itu, produk alas kaki, tekstil, furnitur dan makanan laut juga menjadi komoditas unggulan Indonesia yang diangkut kapal-kapal perseroan.

(moy/sumber: bisnis.com).