press enter to search

Kamis, 19/07/2018 03:24 WIB

Setelah 113 Tahun Lalu Ulama Berkumpul di Jakarta

| Sabtu, 07/07/2018 15:53 WIB
Setelah 113 Tahun Lalu Ulama Berkumpul di Jakarta [Dari kiri ke kanan] Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami, Ustadz Fadlan Garamatan, Ustadz Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Bachtiar Nasir, dan Ustadz Felix Siauw, menyatukan tangan mereka menandakan persatuan umat, di sela-sela acara Multaqo Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Afrika, Eropa V, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (06/07/2018).

JAKARTA (aksi.id) - Ustadz Adi Hidayat (UAS) mengajak segenap elemen bangsa Indonesia termasuk berbagai kalangan umat Islam agar bersatu, duduk bersama, dalam menyongsong dan menghadapi masa depan negeri ini.

Ia mengajak kaum Muslimin khususnya untuk menghindari hal-hal yang tidak produktif demi kebaikan umat dan bangsa ini.

Ajakan itu ia sampaikan di sela-sela acara Multaqo Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Afrika, Eropa yang kelima di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (06/07/2018), sambil duduk bareng dengan sejumlah ulama dan tokoh Islam lainnya, yaitu Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami, Ustadz Fadlan Garamatan, Ustadz Abdul Somad (UAS), Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), dan Ustadz Felix Siauw.

Mereka berkumpul dalam momen emas tersebut untuk menyampaikan pesan persatuan Indonesia kepada umat.

Pada kesempatan itu, UAH mengingatkan kembali secara singkat momen persatuan umat untuk meraih kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia menuturkan, 113 tahun yang lalu, para ulama berkumpul di Jakarta untuk membicarakan persoalan-persoalan besar.

“Dan 5 tahun kemudian, bersinergi dengan tokoh-tokoh kebangsaan, membicarakan bagaimana negeri tercinta ini bisa terlahir dengan mulia, hadir dan memberikan inspirasi kepada dunia dengan segala semangat sangat mulia itu,” tuturnya.

Kemudian, lanjutnya, 30 tahun setelah itu, hal yang selama 300 tahun tidak pernah terwujud sebelumnya, hanya diselesaikan -dengan izin Allah Subhanahu Wata’ala– dalam masa 30 tahun dengan kalimat yang sangat singkat dan padat di rumah seorang Muslim, Syeikh Faradj bin Marta, diikrarkan oleh Ir Soekarno dan Mohammad Hatta, itulah proklamasi kemerdekaan negara Republik Indonesia.

“Kini, setelah 113 tahun itu, Allah berikan -Alhamdulillah- nikmat kepada kami anak-cucu dari para ulama-ulama terdahulu, tokoh-tokoh bangsa, untuk hadir juga di Jakarta, dan punya semangat yang sama. Kemerdekaan sudah kita raih, yang belum adalah bagaimana mengisinya dengan hal-hal terbaik untuk kepentingan bangsa, negara, dan khususnya agama kita.

Alhamdulillah, hari ini (Jumat, Red), kami punya iktikad terbaik untuk berkumpul bersama-sama bersinergi membangun maslahat, membangun rekonsiliasi kebaikan-kebaikan.

Dan kami menyeru kepada seluruh masyarakat Indonesia, termasuk tokoh-tokoh bangsa, mari kita duduk bersama untuk memikirkan masa depan bangsa yang terbaik, memberikan inspirasi kepada dunia.

Dan ingatlah baik-baik bahwa kita bangsa besar dengan sumber daya yang sangat hebat. Karena itulah banyak negara-negara lain yang di luar yang menginginkan Indonesia ini barangkali tidak menjadi pesain-pesain mereka.

Maka dari Jakarta kami berkirim pesan, mari kita bersatu, hindarkan segala hal yang tidak produktif,” pesan ustadz muda hafizh al-Qur’an dan hafal ribuan Hadits ini.

(dien/sumber: hidayatullah.com).