press enter to search

Jum'at, 20/07/2018 03:43 WIB

Ini Kapal TB Yamani II dengan 9 Kru Saat Ditemukan di Perairan Marunda

| Minggu, 08/07/2018 12:57 WIB
Ini Kapal TB Yamani II dengan 9 Kru Saat Ditemukan di Perairan Marunda

 

MARUNDA (aksi.id)- Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Marunda menyebutkan kapal Tug Boat TB UJ 007 dengan menggandeng BG Yamani II yang sebelumnya dikatakan hilang kontak di Perairan Balongan Indramayu telah ditemukan keberadaannya.

Kepala KSOP Kelas V Marunda, Yuserizal mengatakan bahwa kapal Tug Boat UJ 007 dengan 9 (sembilan) orang awak kapal saat ini telah berlabuh di Pelabuhan Marunda dengan selamat dan aman.

Sebelumnya, Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak oleh pemilik kapal kepada Tim SAR untuk dilakukan tindakan pencarian serta pertolongan mengingat saat itu saluran komunikasi ke kapal dan nakhoda beserta awak kapal terputus.

Petugas KPLP dari KSOP Marunda diterjunkan langsung untuk mengecek kapal Tug Boat UJ 007 yang berlabuh 25 mil dari pintu masuk Pelabuhan Marunda dan memastikan seluruh awak kapal dalam keadaan selamat serta membawa para awak kapal ke kantor KSOP Marunda.

"Nakhoda kapal Tug Boat UJ 007, Edward menceritakan kronologis kejadiannya di kantor KSOP Marunda dan ia mengatakan bahwa kondisi cuaca buruk sehingga mengganggu saluran komunikasi dan kapal harus berlindung di lokasi yang aman. Adapun kapal beserta awak kapal yang berjumlah 9 orang semuanya selamat dan aman," ujar Yuserizal.

Kapal Tug Boat UJ 007 milik PT Pusaka Barito Utama berbendera Indonesia dilaporkan hilang kontak ketika berangkat dari Bojanegara Banten dengan tujuan Batang-Semarang pada tanggal 30 Juni 2018 lalu.

"Kapal tersebut bermuatan cerobong untuk PLTU Sumur Adem semestinya tiba di Pelabuhan Batang Jawa Tengah pada tanggal 4 Juli 2018. Kondisi cuaca saat itu sedang buruk," jelas Yuserizal.

Yuserizal menambahkan bahwa akhir-akhir ini cuaca cenderung ekstrim dan berbahaya bagi pelayaran. Oleh sebab itu, Yuserizal meminta para pemilik kapal dan nakhoda untuk mengutamakan keselamatan pelayaran.

"Perhatikan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG sebelum berangkat. Ditjen Perhubungan Laut juga rutin menerbitkan maklumat pelayaran tentang kewaspadaan terhadap cuaca ekstrim yang terjadi di perairan Indonesia. Lengkapi alat keselamatan di atas kapal dan segera berlindung di pulau terdekat bila di tengah pelayaran terjadi cuaca buruk," tutup Yuserizal. (awe).