press enter to search

Kamis, 15/11/2018 05:09 WIB

BNI Setop KPR untuk Meikarta

| Jum'at, 19/10/2018 13:20 WIB
BNI Setop KPR untuk Meikarta James Riady dan megaproyek Meikarta di Cikarang. Foto: seword.com

JAKARTA (aksi.is) - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengaku akan menghentikan sementara penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk proyek apartemen Meikarta bagi nasabah baru.

Penghentian kredit baru ini dilakukan menimbang kasus hukum yang tengah menjerat proyek besutan Lippo Group tersebut.

Direktur Ritel Banking BNI Tambok Simanjuntak mengatakan penghentian penyaluran KPR untuk pembelian apartemen Meikarta bagi nasabah baru hanya bersifat sementara. Perseroan akan menunggu kejelasan dari kelanjutan proyek Meikarta yang kemungkinan terimbas kasus dugaan suap Bupati Bekasi terkait pengadaan lahan proyek tersebut.

"Untuk ke depannya tentu dengan adanya kasus ini, untuk nasabah baru tentu kita tidak bisa proses dahulu sampai proses hukumnya selesai, paling tidak ada titik temu mau kemana (proyek Meikarta)," katanya di Jakarta, Kamia (17/10).

Tambok menuturkan nasabah BNI yang memiliki KPR untuk apartemen Meikarta sebanyak 200 debitur dengan total kredit sebesar Rp50 miliar. Pihaknya, menurut dia, juga akan meninjau ulang (review)aspek hukum atas kredit tersebut untuk mencari solusi yang tepat bagi para debitur. Hingga saat ini, menurut dia, pembayaran kredit para debitur masih berstatus lancar. 

"Tentu tim legal akan mencari penyelesaiannya seperti apa untuk debitur eksisting, sedangkan yang akan mengambil tentunya akan kita stop dahulu," kata Tambok.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Manajemen Risiko BNI Bob Tyasika Ananta menjelaskan kredit tersebut sangat kecil dibandingkan porsi penyaluran kredit BNI. Pada kuartal III 2018 ini, BNI telah menyalurkan kredit sebesar Rp487,04 triliun meningkat Rp65,64 triliun atau setara 15,6 persen dari posisi Rp421,41 triliun pada kuartal III 2017.

"Jangan lihat angkanya, tapi konteks dari angka yang disebutkan dari total eksposure KPR kita Cuma 0,00001 persen, jadi memang kecil sekali," jelasnya.