press enter to search

Minggu, 05/04/2020 10:45 WIB

Pria Bangladesh Terlibat Pembunuhan Perempuan WNI di Singapura

| Rabu, 02/01/2019 22:34 WIB
Pria Bangladesh Terlibat Pembunuhan Perempuan WNI di Singapura

SINGAPURA (aksi.is).- Pria Bangladesh berusia 30 tahun dituduh terlibat pembunuhan terhadap seorang wanita Indonesia, lansir Channel News Asia pada Rabu.

Ahmed Salim dituduh membunuh Nurhidayati Wartono Surata yang berusia 34 tahun di kamar Golden Dragon Hotel, Geylang pada Minggu malam antara pukul 17.08 dan 20.12 waktu setempat.

Ahmed, yang mengenali korban, diduga melakukan pembunuhan dua hari sebelum ulang tahunnya yang bertepatan pada tahun baru.

Singapura telah menyiagakan polisi pada pukul 22.45 malam di loksi kejadian di mana perempuan asal Indramayu, Jawa Barat, itu  ditemukan terbaring tak bergerak di kamar hotel.

Nurhidayati lalu dinyatakan tewas oleh paramedis.

Jika dinyatakan bersalah, Ahmed akan menghadapi hukuman mati.

Ahmed kini sedang dalam investigasi polisi dan akan menjalani pengadilan pada 9 Januari.

Menurut harian Lianhe Wanbao, seorang karyawan hotel yang tidak disebutkan namanya mengatakan pasangan itu awalnya memesan kamar selama tiga jam sebelum memperpanjang pemesanan menjadi lima jam.

Namun, tidak ada yang check out 10 jam kemudian. Staf hotel pergi ke atas untuk memeriksa kamar dan menemukan mayatnya.

KBRI Singapura Kawal Kasus TKI Korban Pembunuhan dan telah menerima laporan mengenai kasus pembunuhan terhadap TKI tersebut yang berasal Indramayu, Jawa Barat.

Menurut pernyataan yang diterima awak media dari Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) bahwa benar pembunuhan terjadi di salah satu kamar di Hotel Dragon, Geylang, Singapura. Jenazah saat ini dalam proses otopsi di Singapore General Hospital.

"Segera setelah memperoleh laporan tersebut, KBRI melakukan koordinasi dengan Kepolisian Singapura. Kepolisian Singapura telah menangkap seorang pria berkewarganegaraan Bangladesh terkait dengan kejadian tersebut," kata Direktur PWNI-BHI Lalu Muhammad Iqbal pada keterangan tertulis pada Rabu (2/1).

Berdasarkan data KBRI Singapura, NWS mulai bekerja di Singapura sejak 2013. Kontrak kerja terakhir dibuat pada tahun 2016 lalu. Kemlu telah menyampaikan informasi mengenai peristiwa tersebut kepada keluarga NWS di Indramayu.

KBRI Singapura akan memantau penanganan kasus ini oleh otoritas Singapura, memastikan pemenuhan hak-hak almarhumah dan memulangkan jenazah almarhumah kepada keluarganya di Indramayu setelah selesainya proses otopsi.

Sumber:Andolu Agency).

Keyword TKI Pembunuhan