press enter to search

Senin, 20/01/2020 08:14 WIB

Dapat Pengampunan, Perempuan Korban Perdagangan Manusia Dibebaskan Setelah Dipenjara 15 Tahun

| Selasa, 08/01/2019 13:04 WIB
Dapat Pengampunan, Perempuan Korban Perdagangan Manusia Dibebaskan Setelah Dipenjara 15 Tahun Cyntoia Brown

TENNESSEE (aksi.id) - Seorang perempuan di Amerika Serikat Cyntoia Brown yang menjadi korban perdagangan manusia namun kemudian membunuh ketika berusia 16 tahun sekarang mendapat pengampunan akan dibebaskan setelah dipenjara selama 15 tahun.

Brown selama dipenjara sudah mendapat dukungan dari para selebiriti yang berjuang bagi pembebasannya.

Menurut Gubernur negara bagian Tennnessee Bill Haslam, Brown yang sekarang berusia 30 tahun mendapat pengampunan karena selama dipenjara menunjukkan perilaku yang baik.

Di usia 16 tahun, Brown membunuh seorang pria yang membayar untuk bisa melakukan hubungan seksual dengannya.

Setelah melarikan diri dari keluarga angkat yang mengasuhnya, Brown ketika itu tinggal di sebuah motel bersama dengan mucikari yang menjualnya kepada mereka yang mau membayar untuk melakukan hubungan seksual.

Tanpa keputusan pengampunan dari Gubernur, Brown baru bisa mendapatkan pembebasan bersyarat di tahun 2059.

Para selebriti di Amerika Serikat seperti penyanyi Rihanna, bintang acara realitas di televisi Kim Kardashian West, komedian Amy Schumer dan aktris Sophia Bush dan Shay Mitchell sudah meluncurkan kampanye lewat media sosial guna mendukung pembebasan Brown, dengan alasan bahwa perempuan tersebut adalah korban yang tidak layak untuk mendapat hukuman penjara lama.

"Cyntoia Brown menurut pengakuannya sendiri melakukan tindak kriminal mengerikan di usia 16 tahun." kata Gubernur Tennessee Haslam dalam sebuah pernyataan.

"Namun menerakan hukuman terhadap seorang remaja yang harus menghabiskan masa 51 tahun sebelum bisa mendapatkan pembebasan bersyarat, terlalu kejam, khususnya melihat usaha luar biasa yang dilakukan Brown untuk membangun kembali hidupnya."

"Transformasi harus disertai dengan harapan."

Cyntoia Brown akan dibebaskan dari penjara pada tanggal 7 Agustus 2019, namun tetap harus melakukan laporan berkala sampai tahun 2020.

Menurut sebuah lembaga bernama Rightst4Girls, di Amerika Serikat setiap tahunnya ada sekitar seribu anak yang dikenai tuduhan melakukan prostitusi.

Sementara itu, menurut kelompok anti perdagangan manusia tersebut, sekitar 1,5 juta orang di Amerika Serikat menjadi korban perdagangan manusia.

Secara global, menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO), sekitar 40 juta orang menjadi korban perdagangan manusia, dengan sekitar 4 juta orang menjalani eksploatasi secara seksual.

(sumber: abc.net.au).