press enter to search

Senin, 26/08/2019 01:26 WIB

Pemakaman Pertama Korban Penembakan di Masjid Christchurch Selandia Baru Berlangsung Khidmat

Redaksi | Rabu, 20/03/2019 10:04 WIB
Pemakaman Pertama Korban Penembakan di Masjid Christchurch Selandia Baru Berlangsung Khidmat Kerabat membawa jenazah korban penembakan Christchurch ke pemakaman Memorial Park Cemetery di Christchurch, Selandia Baru. (ist)

SELANDIA BARU (Aksi.id) - Warga Muslim Selandia Baru menggelar pemakaman pertama dua korban penembakan di masjid kota Christchurch, Rabu (20/3). Pemakaman berlangsung khidmat, dihadiri ratusan pelayat yang mengantarkan dua jasad ayah dan anak itu ke pembaringan terakhir.

Diberitakan AFP, kedua korban itu adalah Khaled Mustafa dan putranya Hamza, 15. Jasad keduanya yang telah dikafani diusung di peti terbuka menuju liang lahat. Beberapa lubang telah disiapkan untuk pemakaman lainnya di Pekuburan Memorial Park itu.

Di tempat itu juga Khaled dan Hamza disalati sebelum dikebumikan. Disediakan tempat bagi pelayat untuk berwudu sebelum melakukan salat jenazah. Sementara itu polisi bersenjata laras panjang berjaga di sekitar pemakaman. Di pucuk senjata mereka, tersemat bunga.

Keluarga Khaled baru tiba di Christchurch sebagai pencari suaka tahun lalu. Mereka lari dari peperangan yang berkobar di Suriah. Mencari aman di Selandia Baru, mereka malah tewas diterjang peluru jahanam Brendon Tarrant.

Tarrant menembak mati keduanya di masjid Linwood Jumat pekan lalu. Putra Khaled lainnya, Zaid, 13, berhasil selamat namun terluka. Dia terlihat berkursi roda dalam prosesi pemakaman tersebut.

"Melihat jenazah diturunkan ke liang lahat, adalah saat yang sangat emosional bagi saya," kata Gulshad Ali, Muslim Selandia Baru yang sengaja datang dari Auckland untuk menghadiri pemakaman.

Tarrant, 28, warga Australia, menembak mati 50 orang di dua masjid di Christchurch, salah satunya warga Indonesia. Dia didakwa atas pembunuhan berencana dan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan Tarrant akan mendapat hukuman terberat.

Baru 21 jenazah korban yang rampung melalui proses otopsi dan identifikasi. Rencananya semuanya akan selesai pada Rabu malam. Sementara itu masih ada 29 korban terluka yang dirawat di rumah sakit, delapan di ruang ICU. (ds/sumber AFP/kumparan)