press enter to search

Sabtu, 21/09/2019 03:11 WIB

Setelah Kapal Tanker, Stasiun Pengeboran BBM Arab Saudi Diserang

| Rabu, 15/05/2019 05:27 WIB
Setelah Kapal Tanker, Stasiun Pengeboran BBM Arab Saudi Diserang

RIYADH (aksi.id) -  Dua stasiun pompa bahan bakar Arab Saudi diserang drone, Selasa (14/5/2019) pagi waktu setempat.

Menteri Energi Saudi Khalid Al Falih mengatakan, dua stasiun pompa yang diserang itu menyalurkan minyak dari pengeboran di provinsi sebelah timur Saudi ke pelabuhan Yanbu di pantai barat.

Serangan menyebabkan kebakaran di stasiun nomor 8, namun api sudah bisa dikendalikan. Insiden itu menimbulkan kerusakan, meski tak menyebabkan korban.

Dikutip dari Saudi Press Agency, akibat serangan ini perusahaan minyak nasional Saudi, Aramco, menutup aliran pipa untuk memeriksa kerusakan dan memperbaiki stasiun pompa sebelum dioperasikan kembali.

Aramco memastikan penghentian sementara aliran minyak tak memengaruhi suplai ke konsumen.

"Serangan di Teluk dan Arab Saudi baru-baru ini ditujukan kepada dunia, bukan hanya Kerajaan," kata Al Falih, dikutip dari Arab News.

Sementara itu kelompok pemberontak Yaman, Houthi, mengklaim serangan terhadap beberapa obyek vital Saudi menggunakan drone.

Sehari sebelumnya, empat kapal minyak dan gas diserang atau menjadi sasaran operasi sabotase di Teluk Oman, dekat wilayah perairan Uni Emirat Arab (UEA). Dua dari kapal yang diserang merupakan tanker milik Arab Saudi.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) UEA menyebut tidak ada laporan korban luka maupun tewas dalam serangan bersenjata itu. tak disebutkan pula siapa kelompok penyerang.

Al Falih memastikan dua kapal tanker Saudi menjadi sasaran sabotase hingga mengalami kerusakan. Kapal dalam perjalanan menyeberangi Teluk Arab.