press enter to search

Senin, 20/05/2019 11:23 WIB

Palestina Peringati 71 Tahun Pengusiran Massal Akibat Berdirinya Israel

| Kamis, 16/05/2019 20:56 WIB
Palestina Peringati 71 Tahun Pengusiran Massal Akibat Berdirinya Israel

GAZA (akai.id) - Rakyat Palestina hari Rabu memperingati ulang tahun ke-71 pengusiran massal, sehubungan dengan pembentukan negara Israel tahun 1948, dengan mengadakan aksi-aksi protes di seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Ribuan orang berjalan menuju perbatasan Gaza dengan Israel, ketika kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza mengumumkan pemogokan umum, dengan menutup sekolah dan kantor-kantor pemerintah supaya banyak orang bisa ikut berdemonstrasi.

Hamas telah melancarkan protes setiap hari Jumat selama satu tahun, di sepanjang pagar yang memisahkan Israel dan Gaza, untuk menuntut diakhirinya blokade yang dilakukan oleh Israel dan Mesir.

Lebih dari 60 warga Palestina tewas dalam demonstrasi tahun lalu, dalam kerusuhan sehubungan dibukanya kedutaan besar Amerika yang baru di kota Yerusalem yang dipersengketakan.

 

Demonstrasi tahun ini terjadi dua minggu setelah dicapainya gencatan senjata untuk menghentikan bentrokan sengit selama dua hari.

Utusan pemerintah Qatar yang ikut membantu pelaksanaan gencatan senjata itu mendesak Hamas supaya melakukan demonstrasi yang tenang.

Demonstrasi itu diadakan untuk memperingati “Nakba” atau “hari malapetaka”, di mana ratusan ribu warga Palestina dipaksa meninggalkan kampung halaman mereka dalam perang menyusul pendirian negara Israel.

Jumlah pengungsi Palestina itu kini telah mencapai lima juta orang yang tersebar di seluruh kawasan Timur Tengah.

Nasib pengungsi itu merupakan salah satu isu utama dalam sengketa antara Palestina dan Israel. Israel menolak kembalinya para pengungsi ke kampung halaman mereka secara massal, karena katanya akan mengancam citra bangsa Yahudi.

Di kota Ramallah, di Tepi Barat, ratusan orang berpawai dari makam pemimpin Palestina Yasser Arafat dan mengadakan demonstrasi di tengah kota untuk menuntut hak supaya bisa kembali ke kampung halaman mereka di kawasan yang kini telah menjadi negara Israel.

“Kami nantinya akan kembali, tidak soal berapa lama waktu dibutuhkan untuk itu,” kata salah satu poster yang dibawa demonstran.

Suara sirene terdengar di seluruh kawasan Tepi Barat pada tengah hari sebagai pernyataan kesedihan warga Palestina yang terusir itu.

Seorang pria duduk di sebelah rumahnya saat Hari Nakba di kamp pengungsian Al-Shati, Jalur Gaza, Palestina, Rabu (15/5/2019). Hari Nakba diperingati setiap tanggal 15 Mei atau sehari setelah Israel merayakan hari kemerdekaannya. (MOHAMMED ABED/AFP)
Seorang pria duduk di sebelah rumahnya saat Hari Nakba di kamp pengungsian Al-Shati, Jalur Gaza, Palestina, Rabu (15/5/2019). Hari Nakba diperingati setiap tanggal 15 Mei atau sehari setelah Israel merayakan hari kemerdekaannya. (MOHAMMED ABED/AFP)
 
Warga duduk-duduk saat Hari Nakba di kamp pengungsian Al-Shati, Jalur Gaza, Palestina, Rabu (15/5/2019). Rakyat Palestina memperingati Hari Nakba di mana mereka eksodus dari tempat kelahirannya. (MOHAMMED ABED/AFP)
Warga duduk-duduk saat Hari Nakba di kamp pengungsian Al-Shati, Jalur Gaza, Palestina, Rabu (15/5/2019). Rakyat Palestina memperingati Hari Nakba di mana mereka eksodus dari tempat kelahirannya. (MOHAMMED ABED/AFP)
 
Seorang pria duduk-duduk saat Hari Nakba di kamp pengungsian Al-Shati, Jalur Gaza, Palestina, Rabu (15/5/2019). Hari Nakba diperingati untuk mengenang ketika ratusan ribu rakyat Palestina diusir dari rumah-rumah mereka agar negara Israel bisa berdiri. (MOHAMMED ABED/AFP)
Seorang pria duduk-duduk saat Hari Nakba di kamp pengungsian Al-Shati, Jalur Gaza, Palestina, Rabu (15/5/2019). Hari Nakba diperingati untuk mengenang ketika ratusan ribu rakyat Palestina diusir dari rumah-rumah mereka agar negara Israel bisa berdiri. (MOHAMMED ABED/AFP)
 
Anak-anak bermain saat Hari Nakba di sebelah rumah mereka di kamp pengungsian Al-Shati, Jalur Gaza, Palestina, Rabu (15/5/2019). Hari Nakba di mana ratusan ribu rakyat Palestina eksodus dari tanah kelahirannya telah mengubah kehidupan mereka selama tujuh dekade terakhir. (MOHAMMED ABED/AFP)
Anak-anak bermain saat Hari Nakba di sebelah rumah mereka di kamp pengungsian Al-Shati, Jalur Gaza, Palestina, Rabu (15/5/2019). Hari Nakba di mana ratusan ribu rakyat Palestina eksodus dari tanah kelahirannya telah mengubah kehidupan mereka selama tujuh dekade terakhir. (MOHAMMED ABED/AFP)
 
Seorang pria duduk-duduk saat Hari Nakba di kamp pengungsian Al-Shati, Jalur Gaza, Palestina, Rabu (15/5/2019). Hari Nakba membawa rakyat Palestina dari kehidupan yang damai dan nyaman di tanah mereka sendiri kepada nasib sebagai pengungsi. (MOHAMMED ABED/AFP)
Seorang pria duduk-duduk saat Hari Nakba di kamp pengungsian Al-Shati, Jalur Gaza, Palestina, Rabu (15/5/2019). Hari Nakba membawa rakyat Palestina dari kehidupan yang damai dan nyaman di tanah mereka sendiri kepada nasib sebagai pengungsi.
 

 Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza melaporkan bahwa puluhan warga Palestina luka-luka diserang peluru pasukan Israel (IDF) dalam aksi unjuk rasa memperingati 71 tahun Tragedi Eksodus Palestina (Nakba) 1948 .

Sebanyak 65 warga Palestina menderita luka-luka, 22 dari mereka adalah anak-anak dan 5 perempuan. Rt Arabic melaporkan, Rabu (15/05/2019).

Kemenkes Palestina mengungkapkan bahwa IDF tidak hanya menargetkan warga sipil namun juga paramedis yang berupaya menyelamatkan korban. 3 paramedis luka-luka akibat peluru karet.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa pihaknya telah siaga satu jelang peringatan Nakba.

“Teror IDF terhadap paramedis sejak tahun lalu yang menewaskan 3 petugas dan melukai 680 lainnya, tidak akan menghentikan kita dalam melaksanakan tugas kemanusiaan, ‘’ tegas Kemenkes Palestina di Jalur Gaza seperti dikutip Rt Arabic.

Berdasarkan laporan Maannews, IDF melepas tembakan  dan gas air mata ke arah kumpulan masa yang diperkirakan mencapai belasan ribu.  Sniper Israel dalam jumlah besar tersebar di balik bukit pasir perbatasan Gaza.

Sementara itu, ribuan warga Palestina di berbagai wilayah di Tepi Barat juga turut memperingati Tragedi Nakba Palestina, 15 Mei.

Sejumlah pemimpin Palestina diantaranya Perdana Menteri Mohammad Shtayyeh dan anggota Badan Eksekutif PLO serta tokoh nasional Palestina ikut berpartisipasi dalam aksi long march yang dimulai dari makam Mantan Presiden Yasser Arafat di Ramallah.

Tragedi Nakba diperingati setiap tahun untuk mengenang eksodus terhadap rakyat Palestina tahun 1948.

Demi mendirikan negara Yahudi, zionis Israel mengusir sekitar 800.000 warga Palestina dari tanah air. Rakyat Palestina menjadi pengungsi di negeri mereka sendiri di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sebagian berimigrasi ke negara-negara Arab tetangga.

Dalam tragedi tersebut Israel menduduki lebih dari 774 perkotaan dan desa-desa Palestina. Sebagian wilayah tersebut dibumihanguskan dan sebagian lain dirubah menjadi kota-kota Yahudi.

 
(MOHAMMED ABED/AFP/VOA).
Keyword Palestina