press enter to search

Kamis, 27/06/2019 01:19 WIB

ESDM: Impor Minyak Naik demi Kebutuhan Mudik Lebaran

Dahlia | Jum'at, 17/05/2019 21:49 WIB
ESDM: Impor Minyak Naik demi Kebutuhan Mudik Lebaran Foto: istimewa

Jakarta, (aksi.id) - Pemerintah mengklaim kenaikan impor hasil minyak pada April 2019 terjadi untuk memenuhi kebutuhan selama mudik lebaran tahun ini. Sikap masyarakat yang beralih menggunakan transportasi darat dibandingkan pesawat membuat kebutuhan minyak bertambah.

Wakil Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral Arcandra Tahar mengatakan perubahan terjadi lantaran infrastruktur tol sudah lebih berkembang. Dengan demikian, pemerintah menaikkan stok minyak. 

"Ada perbedaan bulan Ramadan dan puasa ini, diperkirakan banyak pemudik gunakan jalan tol. Jadi stok kami lebihkan karena stok dilebihkan, volume impor naik," papar Arcandra, Jumat (17/5).


Selain untuk memenuhi kebutuhan mudik Lebaran, kenaikan nilai impor juga terjadi karena harga minyak dunia menanjak beberapa waktu terakhir. Arcandra mengklaim harga minyak berada di luar kendali pemerintah.

"Lihat fenomena ini untuk stok ketahanan lebaran dan naiknya harga minyak di luar kendali kami, maka naiklah defisit neraca perdagangan Indonesia," terang dia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai impor minyak pada April 2019 sebesar US$1,44 miliar. Angka itu naik dibandingkan dengan April 2018 yang hanya US$1,3 miliar. 

Namun, jika diakumulasi impor migas sebenarnya turun dari US$2,32 miliar menjadi US$2,23 miliar. Hal tersebut karena impor minyak mentah (crude palm oil/CPO) turun menjadi US$465,7 juta dari sebelumnya US$799,8 juta.

Secara keseluruhan, neraca perdagangan periode April 2019 defisit sebesar US$2,5 miliar. Realisasi itu anjlok dibandingkan dengan neraca perdagangan Maret 2019 yang surplus US$540,2 juta.

Ia berharap impor minyak bulan depan turun dibandingkan dengan April 2019. Pasalnya, momentum mudik dan Lebaran sudah berlalu sehingga kebutuhan masyarakat menggunakan minyak berkurang.

"(Penurunan menjadi berapa) nanti kami hitung ulang," pungkasnya. (Lia/sumber:cnnindonesia)