press enter to search

Sabtu, 24/08/2019 00:47 WIB

Ini Alasan Kenapa Orang Kaya di AS Memilih Menyewa daripada Membeli Rumah

Redaksi | Jum'at, 07/06/2019 06:10 WIB
Ini Alasan Kenapa Orang Kaya di AS Memilih Menyewa daripada Membeli Rumah

JAKARTA (aksi.id)  - Secara nasional, lebih dari 1,35 juta rumah tangga yang berpenghasilan sedikitnya USD150.000 per tahun menjadi penyewa rumah antara 2007 dan 2017. Meskipun mampu membeli sebuah rimah, kebanyakan warga Amerika yang ekonominya berkecukupan, lebih memilih untuk menyewa rumah.

Jumlah rumah tangga AS yang berpenghasilan setidaknya $150.000 (sekitar Rp 2,1 Miliar) per tahun yang memilih untuk menyewa daripada membeli rumah, meningkat 175 persen antara tahun 2007 dan 2017, demikian hasil analisa situs pencarian apartemen RentCafe, yang menggunakan data dari Biro Sensus.

Jenis penyewa rumah yang tergolong mampu ini bertentangan dengan asumsi lama bahwa orang Amerika menyewa tempat tinggal terutama karena mereka tidak mampu membeli rumah.

Gaya hidup memainkan bagian penting dalam keputusan mereka untuk menyewa," kata penulis studi Alexandra Ciuntu kepada VOA melalui email.

"Menyewa di beberapa kota sekaligus merupakan sesuatu yang istimewa, begitu pula berpindah dari satu lokasi trendi ke lokasi lainnya."

Pusat bisnis dan teknologi seperti di kota San Francisco dan Seattle memiliki jumlah orang kaya yang menyewa rumah terbanyak.

"Dengan meningkatnya harga rumah, sepertinya ini adalah keputusan yang lebih baik yang dapat diverifikasi untuk menyewa lebih lama," kata Ciuntu.

"Mengingat bahwa di kota San Francisco, misalnya, USD200.000 Anda hanya membeli lahan sebesar 260 meter persegi, dapat dimengerti mengapa para penerima pendapatan teratas ini menyewa secara serius untuk mencoba (hunian ini),sebelum memutuskan apakah akan berinvestasi di properti tersebut atau tidak."

rumah

Bahkan, baik di kota San Francisco maupun New York, jumlah orang kaya yang menyewa rumah melebihi jumlah orang kaya yang membeli (pemilik) rumah. Penyewa berpenghasilan tinggi di New York City, jumlahnya mencapai sekitar 250.000, lebih banyak daripada di tempat lain di negara ini.

"Sepuluh tahun yang lalu kita akan menghubungkan kepemilikan (kekayaan) real estat dengan stabilitas hidup, sedangkan keduanya tidak harus saling terkait saat ini," kata Ciuntu.

"Menyewa terbukti menjadi pilihan yang lebih fleksibel bagi mereka yang menikmati gaya hidup yang dinamis dan kaya. Dari sudut pandang yang lebih milenial, ini bukan lagi solusi singkat sebelum menetap, melainkan dunia `kemungkinan` yang menarik," imbuhnya.

Namun, antusiasme dalam menyewa rumah ini tidak berarti bahwa orang-orang kaya yang berpenghasilan tinggi, menolak kepemilikan rumah, menurut Ciuntu.

Antara 2007 dan 2017, Chicago menambah jumlah orang kaya yang memiliki rumah 9.800 lebih banyak daripada penyewa rumah yang berpenghasilan tinggi, di kota Seattle jumlah orang kaya yang membeli rumah 13.400 lebih banyak dari penyewa, sementara di Denver pembeli properti mencapai hampir 18.000 lebih banyak dibandingkan para penyewa rumah.

(ny/Okezone.com)