press enter to search

Sabtu, 21/09/2019 13:06 WIB

Kisah Keluarga Muslim AS Temukan Hidayah dari Jalan yang berbeda-beda

Redaksi | Jum'at, 16/08/2019 06:03 WIB
Kisah Keluarga Muslim AS Temukan Hidayah dari Jalan yang berbeda-beda

MARINA Zouaghi, satu dari jutaan wanita muslim di Amerika Serikat yang menjadi mualaf. Dia pindah bersama keluarganya ke Oak Creek, Wisconsin setelah memeluk Islam. 

Dikutip dari About Islam, Marina menceritakan proses hingga dirinya bisa menjadi seorang mualaf karena mengenal orang Muslim. Perjalanan spiritual wanita ini menjadi seorang mualaf dimulai ketika dia bertemu dengan pasangan Muslim asal Mesir pada tahun 2010 selama bulan Ramadan. Ketika itu Marina berusia 20 tahun dan bekerja sebagai barista, pelayan, dan sopir pengiriman untuk pasangan Mesir yang memiliki sebuah kedai kopi bernama ‘Sphinx’.

" Aku agak takut padanya. Saya tidak tahu apa yang mereka kenakan,” kata Marina menggambarkan wanita Mesir yang mengenakan hijab.

Marina mulai bekerja di kedai kopi itu saat bulan Ramadan, ia bertanya kepada pemilik yang merupakan seorang Muslim mengenai alasan mereka berpuasa.

"Beberapa alasan itu termasuk memahami perasaan orang-orang yang tidak punya cukup makanan untuk dimakan,” kata Marina.

“Suatu hari saya sedang mengantar dan saat itu cuaca sangat panas di East Side. Saya membeli strawberry frappe dan menjatuhkannya, kemudian saya melanjutkan puasa.

“Saya berhenti memakai cat kuku selama sebulan dan mengenakan rok lebih panjang. Pada akhir bulan, saya merasa lebih nyaman,” ujar Marina.

Marina bahkan bergabung dengan Himpunan Pelajar Muslim di Alverno College, tempat ia menjadi mahasiswa bisnis internasional. Di sana ia bertemu Sakina, yang mengajarinya dasar-dasar Islam. Setelah itu, Marina mantap mengunjungi Islamic Society of Milwaukee (ISM) di Wisconsin pada 29 Juni 2012, untuk menyempurnakan dirinya menjadi seorang Muslim dengan membaca syahadat.

Ibu Marina, Jill Ochoa mengatakan, setelah anaknya menjadi mualaf, banyak sekali perubahan yang terjadi pada anaknya. Semua perubahan itu membawakan Marina menjadi lebih postif dan bahagia.

Baik Marina maupun Jill keduanya telah memeluk Islam. Jika Marina menemukan Islam dalam sebuah komunitas muslim, Jill menemukan keyakinannya akan kebenaran Islam dalam sebuah diskusi agama.

Dia menjadi mualaf setelah menerima surel dari temannya untuk menghadiri diskusi antaragama di Milwaukee School of Engineering (MSOE). Diskusi itu dihadir oleh seorang imam, pendeta, dan rabi.

“Jika seorang melakukan kejahatan kepada seorang anak, kemudian mereka meminta pengampunan sebelum mati, apakah mereka masih bisa masuk surga?” tanya Jill dalam forum diskusi tersebut.

“Ya,” jawab pendeta

"Kami tidak yakin apa yang akan terjadi,” kata rabi.

Kemudian seorang imam menjawab, “Kami menganggap dunia ini sebagai timbangan. Tidak setiap perbuatan memiliki bobot yang sama. Ketika Anda menghadap Tuhan, Anda ingin memiliki lebih banyak perbuatan baik daripada buruk. Anda tidak hanya merasa menyesal saja. Tetapi Anda harus lebih banyak melakukan amal baik.”

Pada saat itulah, Jill  memutuskan untuk menjadi mualaf.

Hingga sekarang dua putri Jill lainnya telah memeluk Islam. Jade, telah menjadi Muslim tiga tahun lalu dan Melissa, menjadi Muslim pada 27 Ramadan tahun ini. 

(ny/Sumber: Islampos.com/aboutislam)