press enter to search

Sabtu, 21/09/2019 03:20 WIB

7.782 Nelayan Nganggur Dampak Tumpahan Minyak Pertamina di Karawang

Redaksi | Kamis, 22/08/2019 17:05 WIB
7.782 Nelayan Nganggur Dampak Tumpahan Minyak Pertamina di Karawang Nelayan Karawang. (ist)

KARAWANG (Aksi.id) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karawang mendata nelayan di seluruh desa yang terdampak tumpahan minyak Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Nelayan yang sudah terdata ada di 11 muara sungai dan 12 desa sepanjang pesisir utara Karawang.

"Tim yang dibentuk Pemkab dan Pertamina sudah bekerja dalam pendataan nelayan yang merugi akibat tidak melaut selama adanya peristiwa tumpahan minyak," kata Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karawang Hendro Subroto, Kamis (22/8).

Dari data yang terkumpul, ada sekitar 7.782 nelayan terdampak tidak melaut selama terjadinya peristiwa tumpahan minyak. Sebanyak 1.689 perahu berbagai ukuran terbengkalai di 11 muara sungai.

"Hasil pendataan tim khusus ada 7.782 nelayan baik juragan kapal berikut anak buah kapal yang menggagur akibat adanya tumpahan minyak," beber Hendro.

Dikatakannya, hasil pendataan itu selanjutnya disampaikan ke Pertamina D Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) sebagai bahan pertimbangan dan kajian dalam penyaluran kompensasi.

Setelah diusulkan ke Pertamina, nelayan dan petambak ikan yang terkena dampak itu tidak langsung mendapatkan kompensasi atau ganti rugi. Mereka harus diverifikasi terlebih dulu.

"Pihak Pertamina punya tim verifikasi terkait penyaluran kompensasi atau ganti rugi itu," kata dia.

Hendro menegaskan tidak mengetahui nilai konpensasi yang akan diberikan pihak Pertamina. "Nilai konpensasi itu kewenangan Pertamina, "tandasnya.

Salah satu nelayan, Jaenudin mengatakan selama terjadinya tumpahan minyak dia dan teman-teman seprofesi tidak bisa melaut.

"Dampak adanya tumpahan minyak, nelayan dirugikan karena tidak ada ikan yang berhasil ditangkap. Alhasil tidak ada penghasilan," kata Jaenudin kepada wartawan.

Dia berharap nilai kompensasi yang diberikan dari Pertamina tidak lebih kecil dari hasil pendapatan harian. "Berharap lebih dari Rp 150 ribu perhari," tandasnya. (ds/sumber merdeka)